RADARSOLO.COM - Beroperasinya dua bioskop di Kabupaten Klaten pada bulan ini disambut positif oleh pemerintah daerah.
Tidak hanya sekadar menandai kembalinya tempat menonton film layar lebar yang pernah berjaya pada 1990-an. Tetapi diharapkan dapat mendorong berkembangnya industri film di Klaten.
Bioskop yang mulai beroperasi di Klaten diawali oleh Sam’s Studios di Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten.
Gedung bioskop yang berada di tepi Jalan Jogja-Solo itu beroperasi pada 12 Desember 2024. Dikhususkan hanya memutar film Indonesia.
Berlanjut bioskop XXI yang ada di Klaten Town Square (Klatos), Kecamatan Klaten Tengah, Klaten.
Bioskop yang hadir di mal itu mulai beroperasi pada Sabtu (14/12/2024) dengan memutar empat film nasional maupun luar negeri bergenre horor hingga animasi musikal.
“Tentunya ini juga mendukung di sektor pariwisata. Begitu juga ekonomi kreatifnya berkembang, termasuk di dalamnya film. Jadi bisa mendorong perfilman di Klaten,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten Sri Nugroho, Minggu (15/12/2024).
Lebih lanjut, Sri Nugroho mengungkapkan, dengan kehadiran dua bioskop itu menjadikan potensi perfilman di Klaten bisa muncul.
Dengan kondisi ini, Klaten tak hanya akan mengandalkan wisata alam, religi dan budaya saja di sektor pariwisata.
“Tapi dengan adanya perfilman ini, potensinya akan muncul. Jadi ekonomi kreatif di Klaten dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan. Apalagi para pelaku UMKM difungsikan di bioskop juga. Khususnya di Sam’s Studio,” ujar Sri Nugroho.
Menurutnya, kehadiran bioskop tersebut akan mendukung para senias muda di Klaten dalam memproduksi film berkualitas. Mengingat kini Kota Bersinar telah memiliki wadah untuk memutar film tersebut.
Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengharapkan dengan keberadaan dua bioskop tersebut bisa memberikan hiburan bagi warga Klaten.
“Semoga bioskop di Klaten ini bisa menjadi sesuatu yang menarik. Hiburan yang menyenangkan bagi warga Klaten. Apalagi ini sudah lama ditunggu oleh masyarakat Klaten,” ujar Mulyani.
Hadirnya dua bioskop sekaligus itu menjadi obat kerinduan warga Klaten yang telah menanti puluhan tahun.
Mengingat di era 1990-an terdapat sejumlah gedung bioskop yang tersebar di sejumlah kecamatan di Klaten.
Mulyani bercerita, waktu itu dirinya pernah menonton film di bioskop yang berada di Kecamatan Pedan.
“Dulu waktu kecil saya pernah nonton bioskop di Pedan. Jadi memang dulu Klaten memiliki banyak bioskop. Banyak anak-anak sekolah yang digerakan nonton bareng,” ujar Mulyani.
Di sisi lain, Mulyani berharap dengan kehadiran dua bioskop itu dapat membuat Klaten semakin berkembang. Termasuk berdampak pada perekonomian masyarakat. Sekaligus mampu menarik investor di sektor lainnya seperti perhotelan di Kota Bersinar. (ren/dam)
Editor : Damianus Bram