Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kepala MAN 3 Klaten yang Didesak Mundur Ternyata Baru Saja Dilantik, Kemenag: Kepsek Otoritatif tapi Tak Langgar Aturan

Syahaamah Fikria • Rabu, 25 Desember 2024 | 23:45 WIB
MAN 3 Klaten dijaga ketat kepolisian setelah digeruduk orang tua siswa, Senin (23/12/2024). (Angga Purenda/Radar Solo)
MAN 3 Klaten dijaga ketat kepolisian setelah digeruduk orang tua siswa, Senin (23/12/2024). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten menyatakan tak memiliki kewenangan apapun terkait desakan mundur Kepala MAN 3 Klaten yang dilayangkan orang tua dan wali murid.

Diketahui, desakan agar Kepala MAN 3 Klaten Amin Ary Wibowo mundur dan diganti, disampaikan orang tua murid, beberapa waktu lalu.

Kepala sekolah yang baru beberapa bulan dilantik itu dinilai menerapkan gaya kepemimpinan yang otoriter.

Kebijakannya pun dianggap mengarah pada kepentingan pribadi.

"Saya inginnya ganti supaya kualitasnya bagus. Soalnya waswas juga, karena kepala sekolahnya untuk kepentingan sendiri. Tidak mikirin siswa dan gurunya,” ujar salah satu orang tua wali murid MAN 3 Klaten yang hadir, Tri.

Puncak persoalan tersebut yakni saat ketua komite sekolah yang dicopot secara sepihak.

Selain itu, selama beberapa bulan menjabat kepala sekolah, sudah ada tiga wakil kepala sekolah di MAN 3 Klaten yang mundur.

Sehingga hanya menyisakan satu wakil kepala sekolah di sana.

Kepala Kantor Kemenag Klaten Anif Solikhin mengatakan, atas persoalan tersebut, pihaknya sudah memanggil dan memberikan pembinaan terhadap Kepala MAN 3 Klaten Amin Ary Wibowo.

"Terkait penggantian ketua komite sekolah, kami sudah telaah. Ternyata komite sekolahnya belum resmi sehingga ada kesan diberhentikan. Tapi memang untuk komite belum ditetapkan secara peraturan perundang-undangan. Maka, saat dilakukan pembinaan itu kami minta segera diselesaikan,” ujar Anif.

Sementara itu tiga wakil kepala sekolah yang mengundurkan diri imbas gaya kepimpinan Amin, Anif mengaku, belum mendapatkan informasi.

Sebab, pertemuan terakhir dilakukan sebulan yang lalu saat Kantor Kemenag Klaten melakukan pembinaan langsung di sekolah.

Dikatakan Anif, sebenarnya tidak ada hal yang dilanggar oleh sang kepala sekolah.

Masalahnya hanya pada gaya kepimpinan bersangkutan yang kurang bermusyawarah dalam mengambil berbagai kebijakan.

"Kita lakukan pembinaan, bahkan dari Kanwil juga sudah pembinaan. Harapan kami segera ada penyesuaian dari gaya kepemimpinan yang otoritatif menjadi musyawarah dengan stakeholder. Tapi tampaknya belum ketemu terkait gaya kepemimpinan beliau dengan situasi di MAN 3 Klaten," papar Anif.

Mengenai rencana orang tua murid yang hendak berkirim surat terkait desakan penggantian Kepala MAN 3 Klaten, Anif menegaskan,Kantor Kemenag Klaten tidak memiliki kewenangan untuk hal tersebut.

Menurutnya, terkait penggantian dan pengangkatan kepala sekolah, menjadi kewenangan dari Kanwil Kemenag Jawa Tengah.

“Memang MAN itu langsung di bawah Kanwil. Tapi kami yang di kabupaten berwenang melakukan koordinasi (Kanwil Kemenag Jateng) untuk memberikan pembinaan,” ujar Anif.

Di sisi lain, dia mengimbau kepada orang tua dan wali murid MAN 3 Klaten untuk tidak perlu khawatir dengan menurunnya kualitas sekolah karena gaya kepimpinan sang kepala sekolah.

Ia menyakini para guru tetap bersemangat dalam memberikan materi terhadap para siswa.

"Tapi kalau ada hal-hal perlu yang dirasakan untuk memberikan masukan, tentu secara terbuka bisa ke kepala madrasah maupun kami dan kanwil. Untuk perbaikan madrasah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MAN 3 Klaten Amin Ary Wibowo belum membalas pesan yang disampaikan radarsolo.com hingga Rabu (25/12).

Saat digelar rapat wali murid bersama komite pada Senin (23/12) untuk membahas berbagai permasalahan di MAN 3 Klaten, kepala sekolah juga tidak ada di kantornya.

Saat itu, Amin tengah berada di Semarang.

Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan juga belum bisa memberikan penjelasan karena sedang menguji di Kantor Kemenag.

"Saya sedang menguji di Kementerian Agama. Mohon maaf,” ujarnya singkat saat dihubungi melalui telepon. (ren/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Otoritatif #klaten #kemenag klaten #MAN #kepala sekolah