RADARSOLO.COM-Kasus kecelakaan lalu lintas di Klaten selama 2024 mengalami penurunan dibandingkan pada tahun sebelumnya.
Merujuk data Satlantas Polres Klaten, sepanjang 2024 terdapat 1.935 kasus kecelakaan.
Sedangkan pada 2023 sebanyak 2.015 kecelakaan. Artinya mengalami tren penurunan 80 kejadian atau secara presentase turun 0,76 persen.
Untuk korban meninggal dunia akibat laka lantas sepanjang 2024 sebanyak empat orang.
Sedangkan pada 2023 terdapat 19 orang, secara presentase turun 78,95 persen.
Sedangkan untuk data korban luka berat pada 2024 sebanyak 41 orang.
Dan di 2023 terdapat 44 orang. Turun 6,82 persen.
Korban luka ringan pada laka lantas sepanjang 2024 sebanyak 2.021 orang.
Sedangkan pada 2023 terdapat 1.917 orang. Naik 104 orang (5,43 persen).
Terkait kerugian materiil akibat laka lantas selama 2024 sebesar Rp 1,4 miliar dan di 2023 sebesar Rp 1,2 miliar (naik 15,33 persen).
Apakah faktor yang memengaruhi penurunanan kasus kecelakaan? Kapolres Klaten AKBP Warsono menyebut, salah satunya dioperasikannya jalan Tol Solo-Yogya dari segmen Kartasura-Klaten sepanjang 22,3 Km.
Kemudian selama arus mudik dan balik libur Natal dan tahun baru (Nataru) juga dibuka secara fungsional untuk segmen Klaten-Prambanan sepanjang 8,6 Km secara gratis.
“(Jalan Tol Solo-Yogya) bisa mengurangi kepadatan di jalan arteri (Jalan Raya Solo-Yogya) di atas 50 persen,” ujar Warsono.
Faktor lainnya, kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi tata tertib lalu lintas juga sangat mempengaruhi turunnya kasus kecelakaan di Klaten.
Sementara itu, selama Operasi Lilin Candi belum ada kejadian laka lantas yang menonjol. Baik yang terjadi di jalan tol maupun jalan arteri.
Meski begitu, pihak kepolisian tetap mengantisipasi lonjakan kendaraan jelang liburan malam tahun baru.
Pada puncak arus mudik libur Nataru di Sabtu (28/12) terdapat 25.742 kendaraan yang melintas Jalan Tol Solo-Yogya.
Sedangkan dari prediksi PT Jasamarga Jogja Solo untuk puncak arus balik akan terjadi pada 1 Januari 2025.
“Untuk sampai saat ini masih dalam kategori ramai, meski ada antrian. Tapi langsung dilakukan tindakan sehingga tidak sampai antrian yang panjang. Sambil terus memantau malam tahun baru nanti,” ujar Warsono. (ren/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono