Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Layak Dicoba, Ekowisata Kali Talang di Lereng Merapi Klaten Dilengkapi Menara Pandang Setinggi 12 Meter

Angga Purenda • Kamis, 2 Januari 2025 | 21:52 WIB
Menara pandang untuk melihat puncak Gunung Merapi dari Kali Talang, Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Menara pandang untuk melihat puncak Gunung Merapi dari Kali Talang, Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Ekowisata Kali Talang di lereng Gunung Merapi Klaten bisa jadi pilihan destinasi untuk menghabiskan liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini.

Terlebih lagi sejumlah fasilitas telah dilengkapi oleh Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) selaku pengelola kawasan.

Salah satunya menara pantau dengan tinggi total 12 meter yang bisa diakses wisatawan.

Ekowisata Kali Talang sendiri berada di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Untuk di luar kawasan TNGM, sepenuhnya dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa setempat.

Berbagai aktivitas bisa dilakukan di Ekowisata Kali Talang.

Seperti tracking hingga camping dengan pemandangan puncak Gunung Merapi yang berjarak sekira 4 Km.

Termasuk melihat pemandangan alam yang hijau dari menara pantau yang baru saja dibangun.

“Saat wisatawan datang ke Kali Talang ini tentunya bisa melihat pemandangan Gunung Merapi ketika cuacanya cerah. Terkadang saat suasana berkabut juga dicari wisatawan. Tapi sebagaian wisatawan melakukan tracking,” ujar Kepala Seksi Pengelolaan TNGM Wilayah 2 Ruky Umaya kepada Radarsolo.com beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Ruky menyebut bahwa keberadaan menara di Kali Talang tidak hanya difungsikan untuk mendukung aktivitas wisata saja.

Tetapi juga pantauan yang dilakukan petugas TNGM terhadap keanekaragaman hayati.

Begitu juga pemantauan kebakaran di kawasan Kali Talang saat musim kemarau.

“Jadi untuk menara pantau hanya bisa diakses wisatawan hingga lantai 2 saja. Dikarenakan pada lantai 3 khusus bagi petugas TNGM untuk aktivitas memantau,” ujar Ruky.

Dalam memanfaatkan menara pantau tersebut tetap dilakukan pembatasan. Untuk lantai 1 hanya diperbolehkan 10 orang.

Sedangkan lantai 2 hanya maksimal 5 orang. Hal itu menjadikan wisatawan hanya bisa mengakses menara pantau hingga sampai ketinggian 8 meter.

“Tidak ada petugas khusus (untuk memastikan pengunjung menaati aturan pembatasan). Tapi kami lakukan pantauan secara berkala dalam sehari,” ujar Ruky. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#klaten #Kali Talang #gunung merapi #Kemalang #wisata