Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

60 Ekor Sapi di Klaten Suspek PMK, Pengawasan Lalu Lintas Ternak di Perbatasan Ini Diperketat

Angga Purenda • Minggu, 5 Januari 2025 | 15:56 WIB
Sejumlah ternak sapi yang ada di Pasar Hewan Jatinom, Klaten saat dilakukan pemeriksaan oleh DKPP Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)
Sejumlah ternak sapi yang ada di Pasar Hewan Jatinom, Klaten saat dilakukan pemeriksaan oleh DKPP Klaten. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Merebaknya kembali kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat pengawasan lalu lintas ternak di wilayah perbatasan diperketat.

Terutama di Pasar Hewan Jatinom dan Prambanan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Boyolali serta Sleman.

Hal itu untuk mencegah meluasnya ternak sapi di Klaten yang terkena PMK.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten telah melakukan pemantauan terhadap dua pasar hewan itu pada Sabtu (4/1/2025).

Salah satunya dengan melakukan pengecekan kesehatan setiap ekor sapi yang diperjualbelikan di pasar hewan setempat.

“Dari hasil pemantauan untuk ternak-ternak sehat. Namun dari pembeli-pembeli agak menurun, sepi. Memang di Klaten ada 60 ekor sapi yang suspek PMK, tapi sudah tertangani secara kemandarian oleh peternak,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Klaten Triyanto saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (4/1/2025).

Lebih lanjut, Triyanto mengungkapkan, dalam pemantauan terhadap dua pasar hewan pada akhir pekan lalu itu melibatkan dokter hewan dan paramedik.

Hal itu untuk memastikan ternak sapi yang diperjualbelikan di pasar hewan tidak terpapar PMK.

“Alhamdulillah sehat-sehat semua. Semoga dengan pemantauan yang kami lakukan menjadi suatu kenyamanan bagi para peternak di Klaten,” ujar Triyanto.

Dia pun menyarankan kepada peternak untuk kembali melaksanakan biosecurity pada kandangnya masing-masing.

Serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit dan melindungi ternak dari PMK.

“Kami juga meminta peternak untuk tidak memasukan ternak yang baru ke kandang. Guna mencegah PMK,” tambah Triyanto.

Petugas Pasar Hewan Prambanan Margito mengungkapkan dengan kembalinya merebaknya PMK membuat dirinya terus mengedukasi para peternak untuk lebih berhati-hati terhadap penyebaran penyakit tersebut.

“Sapi yang dibawa ke pasar hewan harus dalam kondisi sehat. Ini untuk mengurangi penyebaran PMK lewat pasar hewan sapi. Kami tidak henti-hentinya menyampaikan informasi itu,” ujar Margito.

Lebih lanjut, Margito mengungkapkan, edukasi pencegahan PMK disampaikan langsung kepada pedagang dan kelompok ternak untuk mewaspadi penyebaran PMK. Mengingat di wilayah Prambanan sendiri terdapat empat ekor yang terpapar PMK.

“Tapi sudah kami obati dan kami beritahu bahwa nanti kalau belum sehat bisa laporan lagi. Tapi sudah satu minggu ini tidak laporan ke kami berarti sudah sembuh. Semoga saja tidak ada penambahan yang terpapar PMK,” ujar Margito.

Margito mengungkapkan, bahwa sampai kemarin belum ada penutupan Pasar Hewan Prambanan dengan merebaknya kembali PMK tersebut. Meski begitu, aktivitas jual beli ternak sapi pada akhir pekan lalu di pasar hewan Prambanan dinilai sepi. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#prambanan #pasar hewan #Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) #klaten #sleman #jatinom #PMK