RADARSOLO.COM- Pembangunan lima tempat ibadah dan Kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten di Kompleks Grha Bung Karno (GBK) telah selesai.
Direncanakan pada Selasa (14/1/2025) akan diresmikan oleh Bupati Klaten Sri Mulyani.
Kelima tempat ibadah itu meliputi Gereja Katolik, Gereja Kristen, Vihara, Pura dan Klenteng.
Keberadaannya melengkapi bangunan Masjid Nurul Istiqlal yang sudah berdiri terlebih dahulu.
Total ada enam tempat ibadah dalam satu kompleks gedung pertemuan tersebut.
Pembangunan lima tempat ibadah dan Kantor FKUB itu menggunakan anggaran dari APBD 2024 dengan nilai pagu paket sebesar Rp 5,6 miliar.
Ada pun pengerjaannya sudah dimulai sekira Agustus 2024.
Dari pantuan radarsolo.com di lokasi, lima tempat ibadah dan Kantor FKUB tersebut dalam satu deret.
Menempati lahan yang berada di sisi samping kanan dari gedung utama GBK.
“Insya Allah selalu yang saya sampaikan, lima tempat ibadah yang ada di kawasan GBK akan diresmikan pada 14 Januari," ujar Bupati Klaten Sri Mulyani belum lama ini.
"Nantinya ada acara pengajian Ustad Wijiyanto dan beberapa acara lainnya,” imbuhnya.
Baca Juga: Waswas Terdampak Banjir, Personel Gabungan Dikerahkan ke Kali Bedodo dan Kali Buntung di Sukoharjo
Lima tempat ibadah di kompleks Grha Bung Karno yang dibangun tahun lalu itu bukan sekadar miniatur.
Tapi bisa dipakai untuk beribadah masing-masing umat. Harapannya bisa dimanfaatkan secara maksimal.
“Mohon nanti dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai keyakinan masing-masing. Bukan sekadar miniatur, walapun valume dan luasnya tidak besar,” ujar bupati.
Latar belakang dibangunnya lima tempat ibadah di kompleks tersebut terinspirasi dari tokoh Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno.
Sosoknya sering kali disebut sebagai bapak pemersatu bangsa dan umat beragama.
Maka itu, Mulyani ingin menjadikan kompleks GBK sebagai simbol pemersatu umat di Kota Bersinar.
“Walau berbeda keyakinan, tapi persatuan menjadi kata kunci untuk Klaten yang lebih maju. Meski berbeda keyakinan tapi kita tetap bersaudara. Maka itu, di kompleks GBK ada masjid, gereja, viraha, pura dan klenteng,” papar Sri Mulyani.
Di sisi lain, keberadaan Kantor FKUP dan enam tempat ibadah nantinya bisa menjadi percontohan.
Terutama bagi daerah lainnya yang sering kali berkunjung dan belajar ke FKUB Klaten.
Terlebih lagi kedepannya, Kompleks GBK tak hanya menjadi gedung pertemuan. Tetapi juga sarana edukasi bagi para pelajar terkait keberagaman agama. (ren/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono