RADARSOLO.COM-Petani di Desa Gedaren, Jatinom, Klaten tak hanya dihadapkan dengan cuaca ekstrem.
Tetapi juga hama tikus yang mengancam pertanian di desa setempat.
Merespons ancaman tersebut, petani, perangkat desa dan unsur TNI-Polri melalukan gropyokan tikus, Senin (13/1/2025).
“Gropyokan tikus dilakukan secara bersama-sama. Menggunakan metode tradisional ini menjadi cara yang efektif untuk menangkap tikus di lahan persawahan,” ujar Kepala Desa Gedaren Udin Diantara, Selasa (14/1/2025).
Tikus bisa menyerang tanaman padi saat fase pertumbuhan. Mulai dari semai hingga menjelang panen.
Apabila tidak segera diantisipasi maka serangan hama tikus menjadikan tanaman padi tidak berkembang.
“Bahkan bisa membuat gagal panen. Maka itu dengan kegiatan pemberantasan hama tikus ini diharapkan serangannya dapat diminimalkan sehingga produktivitas panen bisa meningkat,” ujarnya.
Kasi Humas Polres Klaten AKP Nyoto menuturkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Polri dan masyarakat.
Terutama dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Klaten.
“Serangan hama tikus ini menjadi ancaman serius bagi petani. Maka itu kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut,” ujar Nyoto.
Nyoto mengungkapkan, adanya upaya kolaboratif tersebut, menjadikan para petani di Gedaren optimistis dapat meningkatkan hasil panen.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Bertemu Aktor Laga Senior Steven Seagal
Termasuk mengamankan ketersediaan pangan bagi masyarakat hingga mendukung kesejahteraan para petani.
“Pemberantasan hama tikus ini bertujuan untuk membantu petani melindungi tanaman padi dari kerusakan yang disebabkan oleh tikus. Sekaligus mendukung ketahanan pangan di Klaten,” tambah Nyoto.
Kedepan, Nyoto mengharapkan hasil kerja sama yang sudah terjalin dengan baik antara petani, pemerintah desa dan Polri itu diharapkan terus dilanjutkan.
Hal itu untuk memastikan lahan ertanian bebas dari serangan hama tikus.
Adapun jumlah tikus yang berhasil ditangkap sebanyak 190 ekor. (ren/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono