RADARSOLO.COM - Sebuah bangunan sekolah Raudhatul Athfal (RA) atau TK di Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas, Klaten ludes terbakar pada Sabtu (18/1/2025), Bagaimana kronologinya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun radarsolo.com, peristiwa kebakaran itu pertama kali diketahui oleh warga.
Warga melihat adanya api dari atas bangunan TK Harapan Bangsa tersebut. Kemudian berupaya melakukan penanganan pemadaman secara manul sembari melapor ke Damkar Klaten.
Kabid Damkar Satpol dan Damkar Klaten Sumino menjelaskan, pihaknya menerima laporan pada pukul 09.35. Kemudian sampai di lokasi pada pukul 10.00.
“Saat itu yang diketahui oleh warga, apinya sudah terlanjur besar. Jadi seluruh material sudah terbakar,” ujar Sumino saat dikonfirmasi.
Dugaan sementara, kebakaran disebabkan korsleting listrik.
Beruntung saat kejadian kebakaran, TK dalam keadaan kosong alias tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM). Mengingat seluruh siswa dan guru sedang libur sekolah.
Sementara itu, Komandan Regu 3 Damkar Klaten Tri Hatmoko menjelaskan, pemadaman TK Harapan Bangsa mengerahkan dua unit mobil damkar.
Termasuk menerjunkan tujuh personel beserta relawan damkar (Redkar).
“Pemadaman selesai pukul 10.50. Seluruh bangunan yang terbakar memiliki luas 9 meter x 12 meter. TK cepat terbakar habis karena bangunan semi permanen. Materialnya dari papan partisi,” ujar Tri Hatmoko.
Dalam peristiwa itu, lanjut dia, ada seorang warga yang mengalami luka sobek di kaki kanan.
Warga tersebut tersandung material saat melakukan pemadaman secara mandiri, sambil menunggu kedatangan damkar.
Diakui Tri, tidak ada kendala dalam melakukan pemadaman. Hanya jarak yang harus ditempuh cukup jauh dari Markas Damkar Klaten hingga ke lokasi kejadian, atau sekira 16 Kilometer.
“Menurut kesaksian warga yang melihat kejadian pertama kali, api menyala besar dari atap bangunan bagian rumah. Untuk sementara, penyebabnya dugaan dari korsleting listrik,” ujar Tri.
Penanganan pemadaman kebakaran di TK Harapan Bangsa juga dibantu tim dari Polsek Cawas, Koramil Cawas dan TRC BPBD Klaten. Serta relawan dan warga setempat. (ren/ria)
Editor : Syahaamah Fikria