Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Gelar Pertunjukan Wayang Kulit, Bupati Klaten Sri Mulyani Mulai Pamitan Jelang Berakhirnya Masa Jabatan

Angga Purenda • Minggu, 2 Februari 2025 | 17:16 WIB
Penyerahan tokoh wayang dari Bupati Klaten ke dalang Ki Bayu Aji di Alun-alun Klaten, Sabtu (1/2/2025) malam.
Penyerahan tokoh wayang dari Bupati Klaten ke dalang Ki Bayu Aji di Alun-alun Klaten, Sabtu (1/2/2025) malam.

RADARSOLO.COM-Pemkab Klaten menggelar pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Bayu Aji di Alun-alun Klaten, Sabtu (1/2/2025) malam.

Pertunjukan kesenian tradisional itu juga menghadirkan bintang tamu yakni Gareng dan Niken Salindry.

Bupati Klaten Sri Mulyani hadir dalam pagelaran wayang kulit berlakon Kresna Jumeneng Nata tersebut.

Begitu juga kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten.

Ribuan masyarakat  tumplek blek memenuhi alun-alun untuk menyaksikan pertunjukan wayang kulit tersebut.

“Pertunjukan wayang kulit ini untuk mengawali 2025, tapi juga sekaligus tahun dan bulan, dimana saya akan mengakhiri masa jabatan saya menjadi bupati Klaten,” ujar Sri Mulyani dalam sambutannya.

Sri Mulyani telah menjabat bupati Klaten selama dua periode atau lebih dari tujuh tahun.

Dia dilantik menjadi bupati pada 28 November 2018 melanjutkan kepemimpinan bupati sebelumnya Sri Hartini.

Mulyani mengaku saat dilantik menjadi bupati merasa takut, cemas dan tidak bisa tidur berhari-hari.

Mengingat saat itu selalu mempertanyakan pada dirinya apakah bisa menjadi bupati dan mampu mewujudkan apa yang menjadi harapan pemerintah dan masyarakat Klaten.

“Alhamdulillah dengan kerja keras, dengan segala kekurangan dan kelebihan serta Forkopimda yang memberikan dukungan untuk pemerintah daerah dan masyarakat, tujuh tahun tiga bulan sudah saya lewati dengan penuh suka dan duka," beber Sri Mulyani.

"Semuanya telah berjalan sesuai harapan meski belum sempurna,” ujar Mulyani.

Baca Juga: Kongres PDI Perjuangan 2025 Akan Digelar di Kota Solo, Yuk Intip Persiapannya

Mulyani mengungkapkan, di tengah keterbatasan dan pandemi Covid-19 selama masa kepemimpinannya, bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat Klaten.

Mulai dari pembangunan dan perbaikan, meski belum bisa menyentuh satu persatu penduduk Klaten.

Pihaknya telah berani melakukan penataan alun-alun sebagai wujud jantungnya Kota Klaten.

Begitu juga terbangunnya Pasar Gedhe yang menjadi satu-satunya pasar tradisional menggunakan solar cell sebagai tenaga listriknya.

Ditambah terwujudnya pembangunan Stasiun Klaten yang dinilainya begitu keren.

“Momen ini (pagelaran wayang kulit) memang sengaja saya siapkan. Untuk mengawali 2025 sebagai rasa syukur kepada Allah SWT," ucapnya.

"Tetapi juga sebagai panggung saya Sri Mulyani mohon pamit, mohon maaf apabila selama menjadi bupati Klaten banyak kekurangan dan kesalahan,” imbuh Mulyani.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten Jaka Purwanto dalam laporannya mengungkapkan, pagelaran wayang kulit itu merupakan implementasi dan komitmen pemkab dalam rangka melestarikan budaya Jawa.

Terlebih lagi Klaten dikenal sebagai Kota Dalang yang melahirkan maestro dalang.

Seperti Ki Narto Sabdo, Ki Anom Suroto, Ki Warseno Slank dan Ki Kusni Kesdik.

“Pagelaran wayang kulit ini merupakan bentuk silaturahmi. Mendekatkan antara pejabat dengan masyarakat untuk menikmati secara bersama-sama pagelaran wayang kulit,” ujar Jaka.

Lebih lanjut, Jaka mengungkapkan, tidak terasa selama lebih dari tujuh tahun, Klaten telah dipimpin Sri Mulyani.

Memimpin dengan manajemen dan pendekatan kerja keras, kerja cerdas dan kerja Ikhlas.

Baca Juga: Tabrakan Beruntun Terjadi di Jalur Wisata Karanganyar, Karangpandan, Empat Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit

Begitu juga mengedepankan hati, tetapi juga detail dan teliti.

“Menjadikan Klaten meraih ratusan penghargaan, itu lah bentuk raihan prestasi yang luar biasa. Kami masyarakat Klaten mengucapkan terima kasih atas keikhlasn yang luar biasa dari ibu bupati," terangnya.

"Kami doakan ibu bupati sekeluarga selalu diberi kesehatan, kekuatan dan kebahagian bersama keluarga tercinta,” pungkas Jaka. (ren/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#bupati klaten #Sri Mulyani #pamitan #Masa Jabatan #wayang kulit