Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Becak Listrik di Klaten Supercanggih, Bisa Beri Notifikasi Servis Otomatis

Angga Purenda • Kamis, 13 Februari 2025 | 17:06 WIB
Becak listrik bantuan dari Persatuan Becak Listrik Indonesia (PBLI) telah tiba di Klaten. Tahap pertama dikirim 40 unit.
Becak listrik bantuan dari Persatuan Becak Listrik Indonesia (PBLI) telah tiba di Klaten. Tahap pertama dikirim 40 unit.

RADARSOLO.COM-Kabupaten Klaten bakal kedatangan 100 unit becak listrik secara bertahap dari Persatuan Becak Listrik Indonesia (PBLI).

Pada tahap pertama, 40 unit becak listrik telah tiba di Klaten.

Becak listrik ini merupakan produksi PT LEN Industri, BUMN industri pertahanan, yang hingga kini telah memproduksi sekitar 1.000 unit dan mendistribusikannya ke sejumlah provinsi di Indonesia.

“Inisiasi awalnya datang dari Pak Prabowo Subianto. Kami sebagai industri teknologi yang merealisasikan," ujar Direktur Utama PT LEN Industri Bobby Rasyidin usai menyerahkan bantuan becak listrik di Desa Kenaiban, Kecamatan Juwiring, Klaten, Rabu (12/2/2025).

"Sekarang, produksi sudah mencapai lebih dari 1.000 unit becak listrik dan kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitasnya,” lanjut dia. 

Bobby mengungkapkan, becak listrik yang didistribusikan di Klaten merupakan versi tercanggih.

Becak ini dikhususkan untuk pengemudi becak berusia 60 tahun ke atas dan telah dilengkapi dengan aplikasi Internet of Things (IoT).

Becak ini tidak hanya bertenaga listrik, tetapi juga pintar. Dengan sistem IoT, becak bisa ‘berkomunikasi’ dengan pengemudi, command center, dan bengkel.

Misalnya, memberi tahu kapan harus diservis, kapan baterai harus diisi ulang, hingga komponen mana yang perlu diperbaiki.

Dari segi spesifikasi, becak listrik ini mampu melaju hingga 30 kilometer dalam sekali pengisian daya, dengan kapasitas baterai 70-100 ampere hour (Ah) dan daya motor 500 watt.

Sekretaris Jenderal PBLI Klaten Michael Umbas menegaskan, becak listrik ini hanya diperuntukkan bagi pengemudi berusia 60 tahun ke atas.

“Kami melakukan pendataan kelompok-kelompok penarik becak. Hak pengelolaan tetap ada pada pengemudi, sehingga mereka bisa menggunakan becak ini sepenuhnya,” ujarnya.

Baca Juga: Masih Punya Utang Puasa! Kapan Batas Akhir Qadha Puasa Ramadhan 2024?

Suparno, 65, salah satu penerima manfaat, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan becak listrik ini.

Alhamdulillah, bisa buat tambah rezeki. Nggak capek lagi karena pakai listrik,” ujar warga Bentangan, Kecamatan Wonosari yang telah menjadi tukang becak sejak 1970.

Selama ini, penghasilannya sebagai pengemudi becak tidak menentu, dengan pendapatan harian maksimal Rp 35 ribu per hari.

“Canggung juga nanti pas mengoperasikan, karena pakai listrik. Tapi kalau sudah diajari, pasti bisa,” tuturnya. (ren/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#klaten #bantuan #becak listrik #canggih