Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ada 35 Destinasi Wisata Air di Klaten, Pemkab Bakal Gelar Tradisi Padusan di OMAC

Angga Purenda • Kamis, 27 Februari 2025 | 23:07 WIB
Objek Mata Air Cokro (OMAC) di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten
Objek Mata Air Cokro (OMAC) di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten

RADARSOLO.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten akan menggelar tradisi padusan di Objek Mata Air Cokro (OMAC) di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jumat (28/2/2025).

Rangkaian kegiatan ini diisi dengan kirab gunungan dan 21 kendi yang berasal dari berbagai sumber mata air di Klaten.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten Sri Nugroho mengungkapkan tradisi penuh sakral itu akan dimulai Pukul 08.00.

Warga bisa menyaksikan dan ikut serta dalam tradisi padusan di OMAC tersebut.

“Semuanya ada filosofinya, dalam rangka menyambut bulan suci ramadan, kita harus suci diri,” ujar Sri Nugroho, Kamis (27/2/2025).

Lebih lanjut, Sri Nugroho menjelaskan, saat dilakukan kirab terhadap 21 kendi itu juga terdapat kirab gunungan apem.

Termasuk diiringi musik dari hadrah untuk menuju ke lokasi tradisi padusan di kawasan OMAC.

“Nantinya juga ada hiburan orgen tunggal. Simpel saja, nggak terlalu mewah-mewah. Untuk hiburannya di dalam OMAC,” ujar Sri Nugroho.

Soal tiket masuk ke OMAC saat tradisi padusan, Sri Nugroho pastikan tidak ada kenaikan.

Destinasi wisata air yang dikelola oleh Pemkab Klaten tersebut menerapkan tiket masuk sebesar Rp 15.000 per orang.

Seperti diketahui, pada pemandian utama ya nantinya akan digunakan sebagai tradisi padusan memiliki panjang 60 meter, kedalaman 2 meter dan lebar 3 meter. Airnya begitu segar, dingin serta jernih hingga bagian dasarnya sampai terlihat.

Ada pula kolam renang yang dikhususkan bagi anak-anak yang dilengkapi berbagai wahana permainan.

Seusai berenang, bisa beristirahat pada gazebo yang telah disediakan maupun duduk di bawah pepohonan yang rindang dengan menyewa tikar.

Di sisi lain, dirinya juga mendorong pengelola wisata maupun BUMDes yang memiliki unit usaha wisata air untuk melakukan inovasi saat tradisi padusan. Mengingat di Klaten sendiri terdapat 35 destinasi wisata air yang bisa dikunjungi.

“Mayoritas untuk wisata air berada di wilayah Kecamatan Polanharjo. Meski begitu juga ada wisata air lainnya di Kecamatan Kebonarum. Termasuk di Kecamatan Pedan dan Bayat meski buatan,” tambah Sri Nugroho.

Dirinya pun mengimbau kepada seluruh pengelola wisata air di Klaten untuk tetap mematuhi prosedur standar operasional.

Termasuk mengutamakan keamanan dalam menghadapi lonjakan pengunjung saat momen padusan.

“Patuhi keamanan dan kerja sama koordinasi dengan wilayah setempat seperti camat, muspika, puskesmas maupun relawan. Jangan sampai nanti hal yang tidak diharapkan terjadi,” ujar Nugroho.

Dirinya pun memprediksi, untuk kunjungan wisatawan saat momen padusan terbanyak di Umbul Pelem, Desa Wunut, Kecamatan Tulung.

Mengingat beragam wahana permainan air ditawarkan sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. (ren)

Editor : Damianus Bram
#klaten #padusan #omac #mata air cokro #gunungan