RADARSOLO.COM-BPJS Kesehatan terus melakukan inovasi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Salah satunya melalui aplikasi I-Care JKN yang bisa digunakan para dokter dan fasilitas kesehatan (Faskes) untuk mengetahui riwayat kesehatan pasien dengan cepat dan akurat.
Salah satu tenaga kesehatan di Kabupaten Klaten yang sudah mengakses I-Care JKN adalah dokter spesialis penyakit dalam di RSU Islam Klaten dr. Endang Wahyuningsih, M.Kes., Sp.PD.
Berbagai kemudahan yang didapatkan dalam mengakses aplikasi tersebut juga sempat diutarakan kepada Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Edwin Aristiawan saat berkunjung pada Selasa (11/3/2025).
Endang mengungkapkan, dirinya sangat terbantu dengan hadirnya I-Care JKN dalam penanganan pasien.
Terutama ketika menangani pasien yang merupakan rujukan dari rumah sakit lainnya. Dirinya sudah menggunakan aplikasi tersebut selama dua tahun terakhir ini.
“Terkadang pasien tidak memahami (riwayat kesehatannya), tapi ada juga yang paham. Kalau saya tanya dari rumah sakit mana, saya tinggal buka I-Care JKN, karena di dalamnya terdapat data sehingga kami mendapatkan informasi banyak terkait pasien itu,” ujar Endang, saat ditemui Selasa (11/3/2025).
Lebih lanjut, Endang mengungkapkan, sebelum adanya I-Care JKN terdapat perbedaan yang mencolok dalam merunut riwayat kesehatan pasien.
Mengingat dirinya harus mengumpulkan informasi medis langsung dari pasien. Termasuk ke keluarga pasien untuk membantu dirinya dalam mendiagnosis penyakit.
Pengumpulan informasi medis langsung ke pasien seringkali juga menemui kendala. Mulai dari pasien yang sudah lansia hingga ketidakpahaman keluarga pasien atas penyakit yang diderita.
Maka itu, pihaknya merasa terbantu dengan adanya aplikasi I-Care JKN tersebut dalam memperoleh informasi riwayat kesehatan pasien secara cepat dan akurat.
“Sekalipun dari pihak keluarga paham terkait riwayat kesehatan pasien, tetapi akan memakan waktu. Berbeda dengan I-Care JKN ini dengan menyebut rumah sakit sebelumnya akan diketahui data lengkap dari pasien. Saya menjadi tahu resume dan bisa melanjutkan pelayanan dari pasien tersebut,” ujar Endang.
Endang mengaku, sudah memanfaatkan I-Care JKN tersebut dalam beberapa tahun terakhir ini.
Hanya saja di beberapa rumah sakit belum melakukan pemasukan data. Hal itu yang membuat informasi terkait pasien tidak lengkap. Seperti menampilkan diagnosis saja.
“Tetapi untuk beberapa rumah sakit yang besar, untuk data pasien sudah lengkap. Terutama terkait apa yang dilakukan di rumah sakit sebelumnya,” ujar Endang.
Ia menyebut, untuk data pasien yang ada di I-Care JKN meliputi diagnosis, tindakan medis yang sudah dilakukan hingga terapi.
Termasuk memuat pemeriksaan penunjang. Semuanya itu sangat dibutuhkan dirinya dalam menentukan tindakan medis yang akan dilakukan selanjutnya.
Endang pun berharap seluruh dokter yang sudah mengakses I-Care JKN untuk bisa melengkapi data pasien.
Hal itu menjadikan dokter penerus bisa langsung melanjutkan apa yang harus dilakukan untuk pasien tersebut.
“Kalau tanpa I-Care JKN akan kesulitan untuk melanjutkan seperti apa. Terutama kaitannya obat, untuk pasien maupun keluarga pasien akan kesusahan mengahafalkan obatnya. Tapi kalau sudah tercantum pada aplikasi kan kami jadi langsung tahu,” beber Endang.
Dirinya pun memberikan masukan kepada BPJS Kesehatan untuk bisa memahamkan kepada seluruh tenaga kesehatan agar melengkapi seluruh data pasien di I-Care JKN.
Menurutnya, aplikasi itu menjadi sarana komunikasi antar tenaga kesehatan dalam menangani pasien.
“Jadi ada upaya dari seluruh rumah sakit untuk melengkapi data I-Care JKN. Dikarenakan antar tenaga kesehatan diperlukan komunikasi yang bisa bersambung. Supaya pasien juga bisa selamat,” ujar Endang. (ren/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono