RADARSOLO.COM- Polres Klaten meningkatkan pengawasan terhadap potensi penimbunan minyak goreng MinyaKita menjelang Lebaran.
Lonjakan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter dikhawatirkan menjadi beban bagi masyarakat.
"Terkait harga tentu ini bukan hanya persoalan di Klaten saja. Jadi, kita tidak bisa bertindak sendiri. Ini harus dilakukan bersama-sama untuk menstabilkan harga," ujar Kasatreskrim Polres Klaten Iptu Taufik Frida Mustofa, belum lama ini.
Taufik menegaskan bahwa pihaknya bersinergi dengan berbagai instansi untuk memastikan harga MinyaKita tetap stabil dan tidak memicu keresahan masyarakat.
Pengecekan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil pemantauan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sujarwanto Dwiatmoko.
Sujarwatno menemukan harga MinyaKita di Pasar Gedhe Klaten mencapai Rp17.500-Rp18.000 per liter, melebihi HET yang ditetapkan.
"Kami akan memantau siapa pun yang menjadi penyebab kenaikan harga MinyaKita. Contohnya seperti penimbunan atau distributor yang memiliki stok tetapi tidak menjual. Itu yang bisa menyebabkan lonjakan harga di pasaran," tegas Taufik.
Selain itu, produk MinyaKita dengan takaran tidak sesuai juga menjadi perhatian Satreskrim Polres Klaten.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUKMP) Klaten untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.
Dari hasil pemeriksaan di sejumlah distributor, tidak ditemukan indikasi kecurangan terkait volume atau berat minyak dalam kemasan.
"Terkait MinyaKita, kami pastikan di Klaten sudah sesuai prosedur. Namun, pengawasan akan terus dilakukan," tambahnya.
Baca Juga: Libur Lebaran ke Rowo Jombor? Cek Aturan Baru Wisata Perahu
Selain minyak goreng, Polres Klaten dan DKUKMP Klaten akan terus memantau harga bahan pokok lainnya seperti beras, telur, dan sembako lainnya.
"Kami juga akan mengawasi ketersediaan stok, memastikan tidak ada lonjakan harga yang merugikan masyarakat," kata Taufik.
Sementara itu, Kabag Perekonomian Setda Klaten, Tomisila Adhiatama, mengakui bahwa harga MinyaKita di Klaten telah melebihi HET.
Pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kenaikan harga tersebut.
"Kami rencanakan dalam minggu ini akan melakukan sidak ke pasar-pasar tradisional," ungkap Tomisila.
Sidak ini bertujuan memantau pergerakan harga sembako secara menyeluruh dan menjadi dasar pengambilan kebijakan apabila terjadi lonjakan harga signifikan.
Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah operasi pasar guna menstabilkan harga bahan pokok. (ren/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono