Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Melasti Nyepi di Klaten: Kolaborasi Harmonis Antar Umat, Dipuji Bupati Hamenang

Angga Purenda • Minggu, 23 Maret 2025 | 20:41 WIB
Upacara Melasti yang digelar di Umbul Geneng, Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Minggu (23/3/2025).
Upacara Melasti yang digelar di Umbul Geneng, Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Minggu (23/3/2025).

RADARSOLO.COM-Sekitar 3.000 umat Hindu di Kabupaten Klaten mengikuti Upacara Melasti yang digelar di Umbul Geneng, Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Minggu (23/3/2025).

Ritual sakral ini merupakan rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Sabtu (29/3/2025).

Rangkaian upacara dimulai dengan kirab dari Pura Tirta Buwana di Desa Pluneng menuju Umbul Geneng.

Rombongan berjalan kaki sejauh 1 kilometer selama sekitar 30 menit, dimulai pukul 08.00.

Dalam kirab tersebut, umat Hindu membawa gunungan, jempana, hingga sesajen, sembari memanjatkan doa.

Saat tiba di lokasi, rombongan disambut pinandita yang memercikkan air suci sebagai bentuk berkat.

Prosesi berlangsung khusyuk dan sakral dengan iringan gending Jawa, dentingan lonceng, serta aroma dupa yang menguar di sekitar area upacara.

Umbul Geneng sendiri telah lama menjadi tempat utama pelaksanaan Melasti bagi umat Hindu di Klaten.

Upacara ini dihadiri langsung Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Rangkaian acara dimulai dari Dharma Wacana, prosesi pendeta mamuja, tari Laksita Murti, persembahyangan Tri Sandya, Kramaningsembah, Turun Tirta dan Bija, hingga grebeg gunungan.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Klaten Suparman menjelaskan, Melasti merupakan salah satu ritual penting dalam rangkaian Hari Raya Nyepi, yang bertujuan menyucikan diri dan alam semesta.

Melasti merupakan salah satu ritual penting dalam rangkaian Hari Raya Nyepi, yang bertujuan menyucikan diri dan alam semesta.
Melasti merupakan salah satu ritual penting dalam rangkaian Hari Raya Nyepi, yang bertujuan menyucikan diri dan alam semesta.

Baca Juga: Pasca Pohon Tumbang Telan Korban Jiwa di Alun-alun Karanganyar, Bupati Rober: Yang Membahayakan Tebang

“Air suci yang diambil dalam upacara ini nantinya akan digunakan untuk menyucikan rumah masing-masing, termasuk untuk keperluan upacara Tawur Agung di Candi Prambanan,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Hamenang dalam sambutannya mengungkapkan rasa haru dan bangga melihat harmoni yang tercipta dalam pelaksanaan Melasti di Klaten.

“Upacara ini mengajarkan nilai-nilai luhur, pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Ini bukan sekadar ritual, tapi momen refleksi untuk menjaga harmoni dan kedamaian dalam kehidupan,” bebernya.

Keberagaman di Klaten adalah kekayaan yang harus dirawat bersama.

Toleransi dan gotong-royong menjadi kunci untuk membangun daerah yang maju dan sejahtera.

Jaka, 35, umat Hindu asal Delanggu mengatakan, Upacara Melasti tahun ini terasa istimewa karena berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri.

“Harapannya ke depan bisa terus terjalin kolaborasi antar umat beragama, termasuk untuk menjaga kesucian dan keharmonisan tempat seperti Umbul Geneng ini,” tuturnya. (ren/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Kebonarum #klaten #Umbul geneng #nyepi #melasti