Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pelestarian Sub DAS Pusur di Tulung Klaten, Ini Aksi Kolektif yang dilakukan Pemdes Cokro hingga AQUA Klaten

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 25 Maret 2025 | 03:33 WIB
Kegiatan penanaman akar wangi di bibir Sungai Pusur di Desa Cokro, Tulung, Klaten dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia 2025
Kegiatan penanaman akar wangi di bibir Sungai Pusur di Desa Cokro, Tulung, Klaten dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia 2025

RADARSOLO.COM- Sejumlah pemangku kepentingan berkolaborasi dalam aksi kolektif pelestarian Sub DAS Pusur di Desa Wisata Tjokro, Kecamatan Tulung, Klaten, Sabtu (22/3/2025).

Salah satunya melakukan penanaman akar wangi di bibir Sungai Pusur dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia 2025.

Mereka yang hadir dalam aksi kolektif tersebut yakni PDAM Klaten, Pemerintah Kecamatan Tulung, Pemerintah Desa Cokro dan BPD Cokro.

Begitu juga PT. Tirta Investama Pabrik Klaten, komunitas hulu-hilir, Pusur Institute, FRI, Gita Pertiwi, LPTP, AGTS, Persepsi, Shind Jogja, sekolah adiwiyata dan gapoktan di Desa Cokro.

Kegiatan yang mengusung tema “Pelestarian Gletser untuk Masa Depan Air Dunia” itu berfokus pada Upaya konservasi di Kawasan Sub DAS Pusur.

Mengingat memiliki peran yang penting dalam sistem hidrologi. Termasuk menjaga keseimbangan ekosistem serta ketersediaan air di wilayah sekitarnya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukan bahwa menjaga sumber daya air bukan hanya tanggungjawab individu. Tetapi sebuah Gerakan Bersama yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat,” ujar Stakeholder Relation Manager AQUA Klaten Rama Zakaria, Senin (24/3/2025).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sumber daya air.

Termasuk mendorong aksi nyata dalam menjaga ekosistem sungai demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cokro Darmadi menceritakan terkait sejarah Umbul Ingas yang menjadi salah satu sumber mata air cokro daerah setempat dahulunya adalah sebuah rawa.

Terlebih lagi banyak pohon ingas yang kemudian saat Pakubuwono ke-IX datang bersama hindia Belanda ke umbul tersebut.

“Pada waktu itu membuat air minum yang diberi nama water leden yang digali dengan cara manual. Semenjak itu, air pun dapat dialirkan dan disalurkan ke pabrik gula serta digunakan di Keraton Surakarta,” ujar Darmadi.

Baca Juga: AQUA Klaten Bantu Penanganan Kemiskinan Ekstrem Melalui Dukungan Sambungan Listrik Terhadap Keluarga Tidak Mampu di Bayat Klaten

Lebih lanjut, Darmadi menjelaskan, masa Belanda, dulunya Desa Cokro dikenal dengan pabrik gula. Tetapi karena agresi Belanda sehingga pabrik dibakar oleh masyarakat.

Selain itu, di Desa Cokro terdapat UMKM yang pengembangannya menggunakan potensi sumber daya air dari Sub DAS Pusur, khususnya di Umbul Ingas.

Dikarenakan air yang digunakan sangat mempengaruhi kualitas tahu, maka dari itu pentingnya untuk menjaga kualitas air di Umbul Ingas.

“Adanya peringatan Hari Air Sedunia ini, diharapkan semakin banyak pihak yang peduli dan terlibat dalam upaya konservasi air. Harapannya ekosistem sungai tetap Lestari dan bermanfaat bagi kehidupan,” ujarnya. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#pelestarian #Sub DAS Pusur #aqua klaten