RADARSOLO.COM-Di penghujung Ramadhan, anak-anak di Klaten memiliki cara unik untuk mengisi waktu ngabuburit.
Mereka merakit robot pemukul beduk yang bisa mengeluarkan suara takbiran, perpaduan teknologi dan semangat menyambut Idulfitri.
Kegiatan ini dilakukan oleh siswa-siswa dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Autobot School Klaten.
Tiga siswa kelas 3 SD yakni Arfa, 9, Syakieb, 10, dan Hafizh, 9, tampak terampil menyusun komponen robot, mengatur sensor, hingga memprogram agar robot dapat memukul miniatur beduk sambil mengumandangkan takbir.
“Momennya mendekati Lebaran, jadi ngabuburitnya kami isi dengan merakit robot pemukul beduk ini. Seru juga karena bisa keluar suara takbiran,” ujar Syakieb, Kamis (27/3/2025).
Syakieb mengaku tak menemui kendala karena sudah terbiasa merakit robot sejak kelas 1 SD.
Dengan bantuan aplikasi dan teknologi bluetooth, mereka bisa menyelaraskan gerakan pemukul beduk dengan suara takbiran secara otomatis.
Dian Anggi Pratiwi, pembimbing kegiatan di LKP Autobot School menjelaskan, ide robot pemukul beduk ini berasal dari internal lembaga.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penguatan minat teknologi sekaligus momen edukatif menyambut Hari Raya Idulfitri.
“Ini bagian dari projek tematik di Autobot School. Anak-anak tidak hanya belajar teknologi, tapi juga dilatih public speaking agar terbiasa menjelaskan hasil karya mereka,” jelas Dian.
Ditambahkan Dian, jenis robot yang digunakan adalah robot Jimu.
Baca Juga: Macet Parah, Jasa Marga Terapkan One Way Tol Jakarta-Cikampek ke Semarang
Setelah dirakit, anak-anak menyambungkannya ke aplikasi smartphone untuk proses pemrograman dan sinkronisasi gerakan.
“Tujuannya agar anak-anak paham bahwa teknologi bisa digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk budaya dan agama. Memukul beduk kini tidak hanya bisa dilakukan manusia, tetapi juga oleh robot,” imbuh Dian. (ren/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono