Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Menikmati Kuliner Legendaris Jalan Bhali Klaten: Aneka Cita Rasa Khas, Bikin Lidah Puas

Angga Purenda • Selasa, 1 April 2025 | 16:15 WIB
Seporsi tahu kupat Pak Tumbu yang legendaris di Jalan Bhali, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten.
Seporsi tahu kupat Pak Tumbu yang legendaris di Jalan Bhali, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten.

RADARSOLO.COM - Liburan Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk menjelajahi beragam potensi kuliner di Klaten.

Salah satunya adalah kawasan Jalan Bhali, yang terletak di pusat Kota Klaten dan menawarkan berbagai jenis kuliner ala street food yang menggoda selera.

Jalan sepanjang 100 meter ini menjadi pusat kuliner yang ramai dikunjungi para wisatawan, terutama saat sore hingga malam hari.

Di sini, para pedagang kaki lima (PKL) mulai berjualan sejak pukul 15.00 hingga malam hari.

Menyajikan aneka camilan dan makanan utama seperti gorengan, bakaran, donat, soto, bakso, hingga wedang ronde yang siap memanjakan lidah para pengunjung.

Salah satu kuliner yang patut dicoba di Jalan Bhali adalah Kepelan, camilan khas Klaten yang berasal dari Kecamatan Pedan.

Meski sekilas tampak seperti nugget ayam, kepelan sejatinya hanya terbuat dari tepung yang digoreng dengan cita rasa gurih.

Kepelan ini menjadi camilan wajib yang harus dicicipi bagi wisatawan yang berkunjung ke Klaten.

Di Jalan Bhali, ada dua pedagang kepelan, salah satunya Sri Wahyuni, 62, yang telah berjualan selama 10 tahun.

Sebelumnya, ia berjualan di sekitar Alun-Alun Klaten hingga akhirnya dipindah ke pusat kuliner ini oleh Pemkab Klaten beberapa tahun lalu.

“Dulu orang tua yang membuat di Pedan, tapi isinya dulu daging koyor sapi. Sekarang, kepelan hanya digoreng tanpa isi, dengan cita rasa gurih,” ujarnya.

Bahan utama pembuatan kepelan adalah tepung terigu, bawang, garam, penyedap rasa, dan sedikit soda kue.

Pada hari biasa, Sri Wahyuni menghabiskan 18 kg tepung terigu.

Sementara pada akhir pekan dan liburan, ia bisa menghabiskan hingga 24 kg dalam sehari.

Kepelan dijual dengan harga mulai Rp 5.000 per porsi, dan bisa dinikmati dengan sambal pedas sebagai pelengkap.

“Pelanggan datang tidak hanya dari Klaten, tapi juga dari Solo dan Jogja. Mereka ketagihan dengan rasa gurih kepelan ini,” tambahnya.

Kepelan menjadi kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Klaten.

Selain kepelan, Tahu Kupat Pak Tumbu juga menjadi kuliner legendaris yang patut dicoba di Jalan Bhali.

Berjualan sejak 1992, Tahu Kupat Pak Tumbu telah menjadi salah satu ikon kuliner Klaten.

Tahu kupat ini terdiri dari kupat, bakwan, tempe, tahu, toge, kubis, seledri, bawang goreng, dan tentunya bumbu kacang yang khas, serta kuah manis dari gula jawa.

“Ciri khasnya ada pada bumbu kacang dan kuah gula jawanya. Cita rasanya manis, gurih, dan sedikit asin,” jelas Andreas Satria Kurniawan, 42, generasi ketiga pengelola Tahu Kupat Pak Tumbu.

Setiap hari, Tahu Kupat Pak Tumbu menghabiskan 2-3 kg kupat, sedangkan pada hari ramai, bisa mencapai 4-5 kg untuk 200-250 porsi.

Seporsi Tahu Kupat Pak Tumbu dibanderol dengan harga Rp 11.000, dan jika ingin menambah telur ceplok atau dadar, harganya menjadi Rp 15.000.

Pelanggannya pun tidak hanya berasal dari Klaten, tapi juga dari luar kota seperti Bekasi, Semarang, Solo, hingga Medan.

“Dengan adanya Jalan Bhali sebagai pusat kuliner, kami berharap semakin banyak pelanggan baru yang datang,” tambah Andre.

Dengan beragam pilihan kuliner khas yang ditawarkan, baik kepelan maupun tahu kupat, Jalan Bhali di Klaten bisa menjadi destinasi kuliner yang menarik untuk dinikmati saat libur Lebaran. (ren/bun)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#lebaran #Wisata di Klaten #klaten #liburan #wisatawan #tahu kupat #kuliner #street food