RADARSOLO.COM - Tak lengkap rasanya berkunjung ke Klaten tanpa membawa oleh-oleh khas yang bisa dinikmati di rumah.
Salah satu buah tangan yang wajib dibawa pulang adalah jenang ayu, kuliner manis khas Kecamatan Wedi yang awet hingga dua bulan tanpa perlu disimpan dalam kulkas.
Jenang ayu ini menjadi pilihan populer untuk dibawa ke berbagai daerah sebagai oleh-oleh.
Desa Pacing di Klaten dikenal sebagai sentra produksi jenang ayu, dengan berbagai produsen yang dapat menjadi pilihan untuk berburu buah tangan.
Salah satunya adalah Jenang Ayu Bu Sono, yang setiap harinya memproduksi sekitar 1 kuintal jenang, dan pada musim libur panjang bisa meningkat hingga 2 kuintal.
Pengelola Jenang Ayu Bu Sono, Agung Nugroho, 40, menjelaskan bahwa proses produksi dimulai sejak subuh dan dilakukan dengan bantuan sekitar 12 tenaga kerja.
Proses pembuatan jenang ayu ini berlangsung selama delapan jam, menggunakan bahan-bahan berkualitas seperti tepung ketan, kelapa, dan gula jawa.
“Kami menggunakan bahan utama yang terjamin kualitasnya. Pembeli yang tertarik bisa melihat langsung proses produksinya, terutama saat kami mengaduk adonan yang masih menggunakan kayu bakar,” ujar Agung.
Setelah proses produksi selesai, adonan dibiarkan selama satu hari sebelum dipotong dan dikemas sesuai ukuran yang ditetapkan.
Jenang ayu ini memiliki cita rasa manis yang dipadukan dengan rasa jahe khas yang membedakannya dari jenang pada umumnya.
Jenang ayu Bu Sono banyak dicari oleh pembeli dari luar kota, seperti Bandung, Surabaya, dan Jakarta.
Dalam sekali beli, pembeli bisa membawa hingga 15-30 kg jenang ayu, yang dijual dengan harga Rp 45.000 per kg.
Setiap pembelian akan langsung dalam bentuk potongan yang siap disantap, dikemas dalam 30 bungkus.
Selain jenang ayu, Klaten juga terkenal dengan keripik paru yang bisa menjadi pilihan oleh-oleh utama.
Sentra produksi keripik paru terletak di Gang Latar Putih, Kampung Tegal Kepatihan, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah.
Di sepanjang gang ini, Anda akan dengan mudah menemukan pengusaha keripik paru.
Keripik paru dibuat dari organ paru sapi yang berasal dari Klaten dan sekitarnya.
Proses memasaknya melibatkan penyedap rasa, bawang, telur, dan santan untuk menciptakan cita rasa gurih yang khas.
Selain keripik paru, terdapat juga berbagai pilihan keripik lainnya, seperti keripik belut, keripik cakar, keripik bayam, dan keripik tempe.
Pembelian dapat dilakukan langsung di rumah produksi atau secara online melalui e-commerce. (ren/bun)
Editor : Syahaamah Fikria