RADARSOLO.COM-Sumber mata air Sumber Pengilon di Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen, Klaten, kini tak hanya dikenal karena nilai sejarahnya.
Tempat ini juga mulai dimanfaatkan warga untuk terapi penyembuhan secara alami, terutama oleh para pendatang dari luar daerah.
Kepala Dusun I Pemerintah Desa Kahuman Ridwan menyebut, banyak warga luar yang datang secara khusus untuk menjalani terapi di lokasi tersebut.
Menurutnya, terapi dilakukan secara mandiri, tanpa pendampingan terapis.
“Memang sekarang banyak yang melakukan terapi di sumber, terutama orang luar dan mereka memiliki keyakinan. Biasanya dilakukan saat subuh, dengan cara berenang langsung di mata air,” ujar Ridwan saat ditemui radarsolo.com beberapa waktu lalu.
Air Hangat di Malam Hari, Kandungan Mineral Tinggi
Hal serupa juga diungkapkan warga setempat, Rokhani, yang menyebut banyak pengunjung datang dengan keluhan penyakit fisik maupun nonfisik.
Tak sedikit dari mereka yang mengaku merasakan kesembuhan setelah rutin mandi atau berendam di sumber tersebut.
“Airnya mengandung mineral tinggi. Uniknya, kalau malam hari airnya terasa hangat. Banyak yang datang ke sini karena percaya airnya bisa menyembuhkan,” jelasnya.
Karena itu, Rokhani mendorong pemerintah desa untuk segera melakukan uji laboratorium terhadap kandungan air di Sumber Pengilon.
Ia menyarankan pengecekan mencakup tingkat keasaman (pH), kandungan mineral, serta oksigen terlarut.
“Kalau hasil uji lab bagus, potensinya bisa dikembangkan menjadi wisata terapi atau healing. Saya yakin ke depan akan jadi tren, terutama di Klaten,” katanya.
Baca Juga: Wisata Hits! Soko Langit Wonogiri, Spot Berenang dengan View Gunung Lawu
Usulan Konsep Wisata Pentirtaan ala Bali
Desa Kahuman telah ditetapkan sebagai desa wisata melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Klaten.
Rokhani berharap pengembangan kawasan ini dilakukan lebih serius, khususnya di Sumber Pengilon.
“Saat ini pemanfaatannya masih sebagai pemandian. Tapi saya berharap bisa ditata ulang. Saya usulkan ada pancuran seperti pentirtaan di Bali, agar lebih menarik. Kalau dirancang dengan baik, potensinya sangat besar,” paparnya.
Potensi Wisata Sejarah: Prasasti Upit hingga Masjid Tua
Tak hanya wisata air, Desa Kahuman juga menyimpan kekayaan sejarah.
Dua Prasasti Upit ditemukan di desa ini, yang kini telah diamankan di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X.
Replikanya masih bisa ditemui di bangunan joglo antara kolam renang dan pemandian.
“Prasasti ini menandai wilayah yang dijadikan perdikan oleh kerajaan Mataram Kuno. Tapi untuk mengembangkan wisata sejarah, tidak cukup hanya prasasti. Di sini juga ada Masjid Tua Sorowaden yang menyimpan nilai sejarah penting,” tambahnya.
Meski memiliki banyak potensi, Rokhani menekankan pentingnya peran SDM lokal untuk mengembangkan desa wisata secara profesional. (ren/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono