Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ide Karangtaruna Jadikan Syawalan di Desa Glagahwangi Klaten Jadi Makin Semarak, Seperti Apa?

Angga Purenda • Minggu, 6 April 2025 | 19:19 WIB
Karangtaruna Desa Glagahwangi, Polanharjo, Klaten gelar kegiatan unik untuk mengisi Syawalan.
Karangtaruna Desa Glagahwangi, Polanharjo, Klaten gelar kegiatan unik untuk mengisi Syawalan.

RADARSOLO.COM-Momen Lebaran 2025 dimanfaatkan Karangtaruna Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Klaten dengan menggelar tradisi Syawalan yang unik.

Tradisi tersebut digelar pada Sabtu (5/4/2025).

Bersama masyarakat, karangtaruna Desa Glagahwangi memanen ikan secara massal di embung desa setempat berukuran 50x40 meter.

Ketua Karangtaruna Desa Glagahwangi Maulana Ayub menjelaskan, tradisi Syawalan dengan konsep panen ikan merupakan yang pertama kali dilakukan di desanya.

Sebelumnya, tradisi Syawalan hanya diisi dengan halalbihalal dan silaturahmi dari rumah ke rumah sambil menikmati ketupat.

“Ada sekitar 200 orang yang ikut memanen ikan. Jumlah ikannya sekitar 1,5 kuintal. Terdiri dari berbagai jenis seperti lele, nila, wader, dan udang,” ujar Ayub.

Kegiatan memanen ikan sebenarnya rutin dilaksanakan setiap tahun.

Namun kali ini dijadikan bagian dari rangkaian Syawalan. Sekaligus untuk mempererat silaturahmi antara warga desa dan para perantau yang kebetulan pulang kampung saat Lebaran.

“Mumpung para perantau mudik, kami ajak untuk panen ikan bareng. Sekalian nostalgia bagi mereka yang dulu pernah ikut panen seperti ini. Apalagi banyak yang sudah lama tidak pulang,” imbuhnya.

Warga tampak antusias mendatangi embung untuk ikut serta dalam panen ikan.

Ada yang memanen menggunakan tangan kosong, ada pula yang membawa jaring.

Semua ikan yang berhasil ditangkap boleh dibawa pulang secara gratis untuk dimasak di rumah.

Baca Juga: Alun-Alun Sukoharjo Jadi Fokus Patroli, Kapolres Ajak Warga Jaga Ketertiban

“Ikan yang ada di embung berasal dari kas Karangtaruna. Kami gunakan dana itu untuk membeli bibit ikan. Setelah cukup besar, kami panen bersama agar bisa dinikmati semua warga,” beber Ayub.

Agung Tri Prasetya, 32, salah seorang perantau mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Ia sudah 15 tahun tidak ikut panen ikan sejak merantau ke Jakarta.

“Terakhir kali ikut panen ikan waktu SMP, itu 15 tahun lalu. Setelah lama di Jakarta, senang sekali bisa ikut kegiatan ini. Saya dapat sekitar 10 kilogram,” ujar Agung. (ren/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#ikan #syawalan #klaten #Desa Glagahwangi #Polanharjo