RADARSOLO.COM-Terminal Ir. Soekarno Klaten dipadati ribuan pemudik yang hendak kembali ke perantauan menjelang hari kerja pertama pasca Lebaran, Senin (7/4/2025).
Tujuan utama para penumpang adalah Jakarta, Serang, hingga Bali.
Berdasarkan data resmi, jumlah penumpang bus yang naik dari Terminal Ir. Soekarno Klaten terus meningkat sejak Rabu (2/4/2025), yakni sebanyak 765 orang.
Kemudian, pada Kamis (3/4/2025) tercatat 1.187 penumpang, meningkat sekitar 55 persen dibanding hari sebelumnya.
Peningkatan berlanjut pada Jumat (4/4/2025) dengan 1.369 penumpang atau naik sekitar 15 persen.
Puncaknya terjadi pada Sabtu (5/4/2025) dengan jumlah penumpang mencapai 2.020 orang, atau melonjak sekitar 48 persen.
“Jadi memang sudah ada kenaikan sejak Rabu (2/4). Dibanding hari-hari biasa, lonjakan sangat signifikan,” ujar Pengelola Teknologi Informasi Terminal Ir. Soekarno Klaten, Saryana, Minggu (6/4/2025).
Menurutnya, jumlah penumpang pada Minggu (6/4/2025) diprediksi masih akan mengalami kenaikan dan menjadi puncak arus balik.
“Pagi saja sudah 700 penumpang. Belum termasuk keberangkatan siang dan malam,” ujarnya.
Hariyanto, petugas terminal, Hariyanto mengatakan, gelombang arus balik sudah terlihat sejak Kamis.
Rata-rata penumpang mencapai 1.300 orang per hari, jauh lebih tinggi dibanding hari normal yang hanya sekitar 450 penumpang.
Baca Juga: Alun-Alun Sukoharjo Jadi Fokus Patroli, Kapolres Ajak Warga Jaga Ketertiban
“Cukup ramai, terutama pada pagi hari untuk tujuan Jabodetabek. Siang untuk arah Surabaya, dan malam juga tetap padat,” jelas Hariyanto.
Pihak terminal memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang dengan melakukan ramp check terhadap armada bus.
“Kami cek ban, rem, hingga perlengkapan lainnya. Semua bus yang berangkat wajib laik jalan,” tegasnya.
Hariyanto menyebut, puncak arus balik terjadi pada Sabtu dan Minggu, dengan mayoritas tujuan Jabodetabek.
“Sampai saat ini lancar, tidak ada keluhan. Bahkan ada tambahan bus untuk mengakomodasi lonjakan penumpang,” ujarnya.
Hendi, 20, warga Gantiwarno, Klaten, mengaku kembali ke Jakarta karena harus kembali bekerja di Pulo Gadung, Jakarta Timur.
“Dua minggu mudik di Klaten. Sekarang balik karena Senin sudah masuk kerja,” tuturnya.
Hendi menyebutkan harga tiket bus yang ia dapatkan mencapai Rp510.000 per orang. Ia memilih bus karena tidak mendapatkan tiket kereta.
Sementara itu, Sidiq, 29, warga Bayat, Klaten, juga memilih kembali ke Serang, Banten, menggunakan bus.
“Lebih nyaman naik bus dibanding motor karena jarak jauh. Kalau lancar, perjalanan bisa 10-12 jam,” jelasnya.
Sidiq mendapatkan tiket dengan harga Rp600.000 per orang. Meski ada kenaikan, ia tidak mempermasalahkan asalkan bisa sampai tepat waktu. (ren/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono