RADARSOLO.COM – Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang disajikan dalam pagelaran wayang kulit di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Klaten pada Sabtu (12/4/2025) telah keluar.
Dari pemeriksaan yang dilakukan Balai Laboratorium Kesehatan dan PAK Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, rendang sapi hingga sambel krecek positif terkontaminasi bakteri salmonella sp.
Hal itu mengakibatkan 160 orang mengalami keracunan masal hingga harus dirawat di rumah sakit dan satu meninggal dunia.
”Hasil uji lab sudah keluar kemarin, menyatakan positif terkontaminasi bakteri salmonella di beberapa jenis makanan yang dikirim. Pada rendang sapi, sambel krecek, kerupuk dan acar,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Anggit Budiarto saat ditemui di Grha Bung Karno, Klaten Tengah, Selasa (22/4/2025).
Lebih lanjut, Anggit menjelaskan, bakteri tersebut muncul setelah makanan olahan selesai.
”Jadi bukan dari bahan mentahnya. Tetapi setelah makanan diolah, dikarenakan di situ ada kandungan protein yang tinggi sehingga bakteri ini bertumbuh cepat. Ini sudah menjadi ciri khas dari bakteri salmonella,” tambah Anggit.
Terkait apakah kemunculan bakteri salmonella dipengaruhi dengan adanya temuan Escherichia coli (E.coli) pada air yang sebelumnya juga dilakukan uji lab, Anggit menegaskan dengan proses memasak yang tepat bakteri E.coli akan mati.
Seperti diketahui, pada hasil uji lab untuk sampel air yang diambil dari Karangturi telah mengandung coliform mencapai 200. Jauh di atas ambang batas aman sebesar 50. Sementara kandungan bakteri E.coli mencapai angka 88 dari yang seharusnya nol.
”Jadi bakteri salmonella ini tumbuh belakangan. Tentu gejala yang dimunculkan dari salmonella yakni diare hingga gangguan sakit perut setelah 12 jam hingga 72 jam. Tapi kalau sudah diobati, bakterinya akan mati,” ujar Anggit. (ren/adi)
Editor : Adi Pras