Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Peringati Hari Tari, 426 Penari di Klaten Sampaikan Pesan Perdamaian: Menari di Kompleks Candi Prambanan

Angga Purenda • Senin, 28 April 2025 | 03:40 WIB
Tampilan flashmob dalam parade tari di Lapangan Sentono, Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, Klaten, Minggu (27/4/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)
Tampilan flashmob dalam parade tari di Lapangan Sentono, Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, Klaten, Minggu (27/4/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Forum Silaturahmi Sanggar Tari (FSST) Klaten menggelar parade tari di Lapangan Sentono, Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, Klaten Minggu (27/4/2025).

Acara bertajuk Klaten Obah itu melibatkan sekira 426 penari yang berasal dari 23 sanggar tari di Klaten dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia 2025 yang jatuh pada 29 April.

Acara diawali dengan flashmob yang diikuti seluruh penari dan tamu undangan memenuhi lapangan dengan latar belakang Candi Prambanan.

Dari anak-anak hingga orang dewasa begitu bersemangat mengikuti gerakan yang diiringi dengan musik tersebut.

Kemudian dilanjutkan penampilan dari masing-masing sanggar tari yang menarikan tarian klasik hingga kontemporer.

”Ini bukan hanya kerja kesenian, tapi ada pesan-pesan perdamaian dan kehidupan di dalamnya. Pesan luar biasa ini terinspirasi bagaimana kebudayaan nusantara kita, termasuk Candi Prambanan yang merupakan simbol perdamaian,” ujar Ketua FSST Klaten Muhammad Qowim, Minggu (27/4/2025).

Qowim mengungkapkan, melalui parade tari itu, pihaknya ingin menyampaikan bahwa Indonesia juga hadir dalam membangun kebudayaan dan peradaban dunia.

Terlebih lagi berkaitan dengan peringatan Hari Tari Sedunia bahwa Indonesia bagian besar dari peradaban global dunia.

”Kita membawa pesan perdamaian, karena hari ini (kemarin,Red) bumi merindukan keramahan dan tangan santun untuk merawat bumi kembali. Kami juga berharap perhelatan ini membangun dan menyuburkan ekosistem bisnis. Terlebih lagi diharapkan seni tari  mampu menjadi salah satu penumpang profesi bagi seluruh pegiat seni,” ujar Qowim.

Qowim mengharapkan dengan adanya parade tari terbangun komunikasi antar sanggar tari di Kota Bersinar. Kemudian bisa saling menghargai hingga belajar. Kemudian bersama-sama bergotong-royong membangun sertawa merawat ekosistem bisnis dalam dunia seni.

Salah satu sanggar tari yang terlibat dalam parade tari itu yakni Sekar Langit dari Kecamatan Gantiwarno, Klaten. Mengirimkan sebanyak 55 penari pada acara tersebut.

“Tentunya kami mendukung penuh atas terselenggaranya parade tari ini. Terlebih lagi bisa menjadi media untuk pelestarian. Kedepan, harapannya lebih banyak yang terlibat dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak,” ujar pemilik Sanggar Tari Sekar Langit Martha Endang Wartuti. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#prambanan #klaten #Sanggar tari #Gantiwarno #Hari Tari Sedunia #candi prambanan #tari