RADARSOLO.COM-DPRD Klaten menggelar rapat paripurna dengan sejumlah agenda pada Senin (28/4/2025).
Salah satunya penyampaian rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029.
Rapat paripurna langsung dipimpin oleh Ketua DPRD Klaten Edy Sasongko dan dihadiri para anggota DPRD Klaten.
Begitu juga Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto dengan jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Klaten.
Pada rapat paripurna itu secara resmi Benny menyerahkan ranwal RPJMD 2025-2029 ke Ketua DPRD Klaten Edy Sasongko.
“Ini baru ranwal RPJMD, belum menjadi RPJMD. Jadi ranwal ini nanti dibahas oleh komisi-komisi terkait sesuai bidangnya,” ujar Ketua DPRD Klaten Edy Sasongko ditemui radarsolo.com seusai rapat paripurna, Senin (28/4/2025).
Lebih lanjut, Edy menjelaskan, setelah dilakukan pembahasan, akan berlanjut ke tahapan persetujuan ranwal RPJMD 2025-2029.
Lalu ditargetkan dalam waktu satu bulan menjadi rancangan peraturan daerah (Raperda) RPJMD.
“Namun karena dibatasi enam bulan setelah (bupati-wakil bupati) dilantik, maka kami nanti dengan anggota DPRD lainnya akan mengebut pembahasannya. Dilakukan percepatan, karena nanti maksimal pada 20 Agustus 2025 harus selesai,” ujar Edy.
Sementara itu, Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto menjelaskan, penyampaian rancangan awal RPJMD 2025-2029 kepada DPRD Klaten merupakan salah satu tahapan proses perencanaan pembangunan.
Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perencanaan Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun 2025.
“Ranwal ini merupakan penjabaran dari RPJMD Tahun 2025-2029 yang mengacu pada visi-misi bupati dan wakil bupati," terang Benny.
"Harus selaras dengan visi-misi yang telah kami susun. Tertuang dalam visi mewujudkan Klaten yang maju, sejahtera dan berkelanjutan,” imbuh dia.
Lebih lanjut, Benny menjelaskan, untuk misi tertuang dalam enam misi.
Pertama adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang menjadi lebih sehat, cerdas, produktif, berdaya saing dan berkepribadian.
Kedua, efektivitas pembangunan infrastruktur berkualitas dan berkelanjutan yang menjamin kelestarian lingkungan hidup.
Misi ketiga, yakni nilai tambah ekonomi kerakyatan dan perekonomian daerah yang ditingkatkan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi secara inklusif berkeadilan.
Sedangkan misi keempat, akuntabilitas penyelenggaraan pemerintah daerah terus ditingkatkan menuju pemerintah yang bersih, bebas korupsi dan berkeadaban serta setia pada Pancasila, UUD 1945 dan amanat penderitaan rakyat.
“Untuk misi kelima yakni nilai daya saing dan kemandirian daerah berbasis potensi lokal yang terus ditingkatkan," terang Benny.
"Didukung pengembangan Klaten sebagai kabupaten yang smart city. Terakhir, gotong-royong memajukan kebudayaan dalam semangat kebhinekaan dan toleransi serta menjaga kelestarian warisan budaya,” imbuhnya.
Benny mengungkapkan, visi-misi telah tertuang dalam 10 program unggulan yang sudah diselaraskan dengan prioritas pusat, provinsi dan kabupaten.
Khusus untuk prioritas pemkab terkait infrastruktur jalan dan penerangan.
Kemudian pemkab juga siap menyukseskan terkait program swasembada pangan yang menjadi arahan dan prioritas pemerintah pusat. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono