RADARSOLO.COM-Program Karya Bhakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB) ke-XXIX Tahun 2025 di Desa Ketitang, Kecamatan Juwiring dimulai, Rabu (30/4/2025).
Kegiatan tersebut ditandai dengan upacara pembukaan yang dipimpin Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Program KBMKB di Desa Ketitang berlangsung mulai 30 April hingga 28 Mei 2025.
Program inovasi dari Pemkab Klaten itu memiliki sasaran fisik berupa pembangunan jalan beton sepanjang 529 meter, tebal 15 cm dan lebar 3,5 meter.
Begitu juga pembangunan talut jalan sepanjang 250 meter, lebar atas 30 cm, lebar bawah 50 cm dan tinggi 1,5 meter.
Ada juga sasaran nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat.
Mulai dari penyuluhan bela negara hingga bahaya berita hoax.
Untuk pelaksanaan sasaran fisik melibatkan tenaga kerja, TNI 30 personel, Polri 5 personel, aparat desa 5 orang dan masyarakat 45 orang. Total ada 87 orang yang nantinya akan terlibat.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo berkomitmen untuk keberlanjutan program KBMKB di masa pemerintahannya dengan Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto.
Hamenang berharap kerja sama yang sudah terbangun antara pemkab, TNI dan Polri serta masyarakat terus terjalin dengan baik.
“Kami tentu berharap KBMKB ini terus bergulir sehingga kami bisa lebih mempercepat terwujudnya visi-misi kami," jelasnya.
"Menjadi salah satu solusi bagaimana, kemudian agar prioritas program kami bisa terlaksana, yang salah satunya lewat KBMKB ini,” lanjut Hamenang.
Bupati berharap KBMKB bisa berjalan dengan maksimal. Tentunya dilakukan dengan gotong-royong yang hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Terutama untuk pembangunan infrastruktur jalan dan talut.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus berkomitmen melanjutkan program KBMKB.
Hal ini dinilai dari aspek manfaat yang diterima oleh masyarakat secara langsung.
“Ke depan KBMKB akan terus bergulir dan tentunya dapat didukung oleh masyarakat. Jadi pelaksanaannya menjadi lebih optimal karena yang menikmati juga masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten Wahyuni Sri Rahayu menjelaskan, untuk 2025 dilaksanakan lima kali program KBMKB.
Saat ini sudah ada empat lokasi yang ditetapkan sebagai lokasi dilaksanakan KBMKB.
Yakni di Desa Jelobo, Kecamatan Wonosari; Ketitang, Kecamatan Juwiring; Kranggan, Kecamatan Polanharjo; dan Sudimoro, Kecamatan Tulung.
“Untuk satu desa lagi masih dalam proses pengusulan. Pelaksanakan lima kali untuk KBMKB dengan anggaran dari Pemkab Klaten. Setiap kegiatan KBMKB dianggarkan sekira Rp 560 juta,” ujar perempuan yang akrab dipanggil Dayu.
Lebih lanjut, Dayu mengungkapkan, bahwa pelaksanaan KBMKB lebih memfokuskan pada kegiatan fisik dan nonfisik. Terutama untuk infrastruktur jalan dan talut.
“Arahan dari mas bupati bahwa pelaksanaan sesuai perencanaan bersama-sama dengan TNI, Polri, desa dan masyarakat," terang Dayu.
"Begitu juga kaitannya dengan kebutuhan di desa, terutama untuk sarpras untuk petani dan jalan-jalan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Jadi sebelumnya sudah ada komunikasi antara TNI dan Polri terkait mana saja yang akan dibangun,” pungkasnya. (ren/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono