RADARSOLO.COM – Hujan deras disertai angin kencang terjadi wilayah Desa Krakitan, Bayat, Klaten dan sekitarnya pada Selasa (6/5/2025) sekira pukul 14.30. Hal itu membuat satu perahu pancingan di Rowo Jombor mengalami kerusakan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radarsolo.com di lokasi, kejadian bermula saat lima orang di atas perahu pancingan sedang memancing. Sedangkan di seberang perahu, terdapat tiga orang sedang memancing dari daratan.
Kemudian hujan deras melanda wilayah Rowo Jombor dengan hembusan angin kencang. Hal itu membuat perahu pancingan yang berbahan kayu itu mengalami porak-poranda.
Seketika para pemancing berlarian menuju ke daratan dengan memanfaatkan jembatan sebelumnya akhirnya juga rusak dan terputus.
”Untung saat para pemancing hendak menyelamatkan diri, jembatannya masih utuh. Terputusnya saat para pemancing sudah berada di daratan semua. Tidak ada korban jiwa juga,” ujar salah satu pemancing yang ditemui di lokasi kejadian, Setiono, 62, Selasa (6/5/2025).
Lebih lanjut, Setiono mengungkapkan, saat kejadian itu, posisinya sedang memancing di daratan atau seberang dari perahu tersebut. Dia langsung berlari menyelamatkan diri dengan berteduh di lokasi yang lebih aman.
Penjaga perahu pancingan, Sinta, 30, menambahkan, saat dihempas angin kencang, para pemancing sebenarnya masih santai dan tidak panik.
Tetapi dia meminta untuk para pemancing untuk naik ke daratan dengan melintasi jembatan yang terbuat dari kayu itu.
”Saat pemancing mencoba menyelamatkan diri, jembatannya belum putus. Baru putus setelah mereka di daratan. Untuk seluruh pemancing tidak ada yang mengalami luka,” ujar Sinta.
Sementara itu, Komandan Regu 3 Damkar Klaten Tri Hatmoko menjelaskan, cuaca ekstrem membuat beberapa pohon tumbang hingga perahu pancingan mengalami kerusakan di sejumlah wilayah.
”Jadi khusus untuk perahu pancingan ini mengalami kerusakan pada bagian atapnya. Termasuk bergeser ke tengah Rowo Jombor sejauh 15 meter dari dermaganya,” ujar Tri.
Proses evakuasi berkolaborasi dengan Seacrh and Rescue (SAR) Klaten. Proses penarikan evakuasi perahu pancingan dengan menggunakan sling dari dua unit mobil milik SAR ke pinggir dalam waktu 30 menit. (ren/adi)
Editor : Adi Pras