RADARSOLO.COM - Kabar tentang nenek viral yang ketahuan mencuri bawang di Pasar Mangu Boyolali masih hangat di masyarakat.
Nenek berinisial S asal Polanharjo, Klaten itu juga dikabarkan kerap tertangkap basah mencuri di pasar.
Mulai dari pasar Nogosari, pasar Ngemplak hingga pasar Mangu.
Kabar tersebut juga disampaikan para tetangganya. Sebagaimana yang disampaikan kepada Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto.
Benny bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dissos dan P3APPKB) dan Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengunjungi kediaman nenek S pada Jumat (9/5/2025).
Benny mengungkapkan, pihaknya mendapatkan informasi dari tetangga jika tindakan yang dilakukan nenek S (mencuri) sudah beberapa kali.
Hanya saja saat kejadian di Boyolali terdapat aksi main hakim sendiri. Sehingga nenek S sampai berlumurah darah.
“Jadi kita titik beratkan pada pendekatan titik humanisnya. Jadi kita datang tidak hanya memberikan bantuan saja tetapi juga solusi untuk dilakukan pembinaan. Semoga ini menjadi titik baliknya, tidak mengulangi lagi perbuatannya,” ujar Benny.
Kepala Dissos dan P3APPKB Puspo Enggar Hastuti menjelaskan, atas tindakan yang dilakukan oleh nenek S sudah beberapa kali melakukan tindakan tersebut hingga terunggah di media sosial.
Hal itu didasarkan laporan yang diterima oleh Dissos dan P3APPKB.
“Kami dari Dissos dan P3APPKB mencoba melakukan asesmen, kenapa nenek ini sampai melakukan pencurian. Kami lihat dari sisi psikologisnya, sehingga kemarin saat melakukan kunjungan juga membawa UPTD PPA, oleh petugas akan kami dampingi dan rujuk untuk kami kirim ke psikater karena keluarganya juga memperbolehkan,” ujar Puspo.
Lebih lanjut, Puspo memastikan Dissos dan P3APPKB Klaten juga akan mendampingi dalam penggunaan bantuan yang diterima oleh nenek S. Harapannya tidak salah dalam penggunaannya.
Menurut Puspo, nenek S sudah masuk sebagai penerima manfaat sejumlah bantuan sosial. Meski begitu, juga perlu mendapatkan perhatian dari keluarga sehingga tak hanya mengandalkan dari pemkab saja.
“Kalau untuk pendampingan di wilayah akan dibantu oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK),” ujar Puspo.(ren/adi)
Editor : Adi Pras