RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten akan memberikan pembinaan terhadap nenek berinisial S, 66, asal Desa Polan, Kecamatan Polanharjo, Klaten yang viral di media sosial dalam kondisi berlumuran darah usai dipukul karena ketahuan mencuri bawang.
Kejadiannya di Pasar Kebun Agung, Desa Mangu, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali pada Sabtu (3/5/2025) lalu.
Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dissos dan P3APPKB) dan Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengunjungi kediaman nenek S pada Jumat (9/5/2025).
”Jadi kami lakukan kunjungan ke korban yang terjadi pemukulan. Jadi pendekatan secara humanis, sekaligus memberikan bantuan sembako dan biaya pengobatan,” ujar Benny saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (13/5/2025).
Lebih lanjut, Benny mengungkapkan, bahwa nenek S akan dilakukan pembinaan oleh pemkab melalui Dissos dan P3APPKB. Harapannya yang bersangkutan tidak mengulangi perbuatannya yakni mencuri bawang di pasar tradisional.
”Untuk pembinaannya akan mengikuti dari Dissos dan P3APPKB, tapi kondisinya biar stabil dulu. Terlebih lagi masih banyak yang melakukan kunjungan ke sana (kediaman nenek S). Setelah nanti stabil baru akan dijadwalkan pembinaan oleh dinas terkait,” ujar Benny.
Benny berharap melalui pembinaan yang dilakukan akan memberikan berbagai pelatihan. Mengingat saat ini Klaten telah memiliki UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Di sisi lain, sebelumnya nenek S juga sudah mendapatkan modal usaha dari seorang influencer. (ren/adi)
Editor : Adi Pras