RADARSOLO.COM – Warga Desa Krecek, Kecamatan Delanggu, Klaten bersama Koramil 03/Delanggu melaksanakan gropyokan tikus di area persawahan Desa Krecek, Kecamatan Delanggu pada Senin (12/5/2025).
Gropyokan digelar dalam rangka merespon atas meningkatnya populasi hama tikus yang merajalele di wilayah Delanggu.
Serangan hama tikus telah menyebabkan kerusakan tanaman padi milik petani. Maka itu diperlukan tindakan cepat dan terkoordinasi karena bisa mengancam hasil panen.
Komandan Koramil (Danramil) 03/Delanggu Kapten Czi Agus Poniman, Kapolsek Delanggu AKP Jaka Waloya, Kades Krecek beserta perangkat desa terlibat dalam kegiatan tersebut. Dilakukan dengan menyisir area sawah dengan alat kayu, cangkul dan jebakan.
Beberapa ekor tikus berhasil ditangkap dalam kegiatan tersebut. Meski hasilnya belum bisa sepenuhnya menuntaskan masalah.
Tetapi kegiatan tersebut menjadi awal dari kesadaran kolektif untuk bersama-sama menjaga lahan pertanian dari gangguan hama.
Danramil 03/Delanggu Kapten Czi Agus Poniman mengungkapkan, keterlibatan TNI dalam gropyokan tikus itu sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan yang dihadapi para petani. Khususnya dalam menjaga ketahanan pangan wilayah.
”Keberadaan tikus sawah sebagai hama memang menjadi ancaman serius yang perlu segera ditangani secara gotong-royong. Gropyokan ini menjadi langkah konkret bersama warga dan unsur terkait untuk mengurangi populasi tikus yang berkembang sangat cepat,” ujar Agus.
Agus menambahkan, gerakan bersama itu untuk menekan hama tikus. Diharapkan hasil pertanian masyarakat menjadi lebih optimal.
”Kami mendorong agar kegiatan serupa dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Maka itu pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan pertanian di tingkat desa,” ujar Agus.
Sementara itu, Ketua Poktan Desa Krecek Santoso mengapresiasi atas keterlibatan TNI, Polri dan seluruh elemen dalam membantu petani menghadapi ancaman hama tikus.
Menurutnya, dukungan dari aparat teritorial sangat berarti dalam membangun semangat petani untuk terus menjaga lahan pertaniannya.
”Kami dari kelompok tani sangat terbantu dengan adanya gropyokan ini. Kami berharap tanaman padi bisa kembali aman dari hama dan hasil panen tahun bisa lebih melimpah,” ujar Santoso.
Koordinasi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPK) Kecamatan Delanggu Sunarto menambahkan, gropyokan tikus itu merupakan bagian dari pendekatan terpadu dalam pengendalian hama.
Selain gropyokan, dia menyebutkan pentinya penerapan metode pertanian ramah lingkungan dan sistem tanam yang terjadwal sebagai langkah pencegahan jangka panjang.
”Kegiatan ini menjadi contoh nyoto sinergi antara TNI, Polri, aparat pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Kegiatan serupa akan terus digalakkan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung sektor pertanian,” ujar Sunarto. (ren/adi)
Editor : Adi Pras