Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Jelang Idul Adha, DKPP Klaten Perketat Lalu Lintas Ternak

Angga Purenda • Kamis, 22 Mei 2025 | 03:49 WIB
Suasana transaksi jual beli di Pasar Hewan, Desa Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Rabu (21/5/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)
Suasana transaksi jual beli di Pasar Hewan, Desa Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Rabu (21/5/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten terus melakukan persiapan untuk pelaksanaan penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha.

Salah satunya melakukan pengawasan secara ketat terhadap lalu lintas ternah di daerah perbatasan di Klaten. Seperti yang tampak di Pasar Hewan Prambanan, Rabu (21/5/2025).

Sapi yang diperjualbelikan di pasar hewan itu berasal dari sejumlah kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

”Seperti biasanya setiap kali pasaran Pon dan Legi, petugas dari DKPP melakukan pemeriksaan terhadap hewan yang masuk ke pasar hewan. Pemeriksaan pada sapi dilakukan secara klinis,” ujar Petugas Pasar Hewan Prambanan Margito.

Margito menjelaskan, pemeriksaan dilakukan dengan melihat kondisi fisik peternak secara langsung. Apakah sapi dalam kondisi aktif hingga memastikan tidak mengalami demam.

”Apakah gerakan dari sapi aktif atau tidak. Untuk ternak yang akan dijadikan hewan kurban, akan kami buka mulutnya, apakah sudah poel apa belum. Dikarenakan syarat untuk hewan kurban adalah balik maupun poel,” ujar Margito.

Selain itu, akan dilakukan pemeriksaan untuk memastikan kesehatan hewan sapi tersebut. Ditandai dengan sapi yang gemuk dan tidak cacat.

Margito mengakui, jelang Idul Adha, kondisi pasar hewan mulai ramai. Bahkan dalam satu hari terdapat 230 ekor sapi yang masuk ke Pasar Hewan Prambanan.

Kepala DKPP Klaten Iwan Kurniawan menjelaskan, pemeriksaan di lapangan meliputi fisik dan secara keseluruhan.

”Untuk memutuskan hewan kurban itu layak disembelih atau tidak tergantung hasil pemeriksaan oleh tim,” ujar Iwan.

Iwan menambahkan, tim dokter hewan juga langsung terjun ke pasar hewan. Termasuk untuk mengantisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini sudah terkendali.

”Vaksin bantuan dari provinsi juga sudah tersalurkan. Antisipasi dari awal memang kondisinya tidak mengkhawatirkan. Terlebih lagi sejumlah ternak sapi sudah divaksin sehingga untuk PMK di Klaten masih aman,” ujar Iwan.

Salah seorang peternak sapi asal Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Tolo, 45, menjelaskan, dirinya sudah menjual sapi sebagai hewan kurban sebanyak 80 ekor di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

”Untuk kesehatan ternak sapi selalu kami jaga. Terutama kalau setelah dari pasar hewan, selalu kami sterilkan terlebih dahulu. Termasuk kami juga harus steril. Pembersihan kandang kami lakukan setiap hari,” ujar Tolo. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#prambanan #pasar hewan #idul adha #klaten #DKPP Klaten #Penyakit Mulut dan Kuku #yogyakarta #PMK