Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pilu, Bocah Tiga Tahun di Klaten Meninggal Usai Diceburkan ke Sumur oleh Ibunya Sendiri

Angga Purenda • Senin, 26 Mei 2025 | 01:36 WIB
Ilustrasi tenggelam (dok.JawaPos.com)
Ilustrasi tenggelam (dok.JawaPos.com)

RADARSOLO.COM - Seorang bocah berusia tiga tahun di Kecamatan Wedi, Klaten meninggal dunia usai dibawa ibu kandungnya terjun ke sumur. Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu (24/5/2025) sekira Pukul 11.00.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radarsolo.com, jajaran Polsek Wedi mendapatkan laporan dari masyarakat pada Sabtu (24/5/2025) sekira Pukul 13.00 bahwa ada seorang ibu menceburkan anaknya ke dalam sumur.

Sang ibu alias pelaku berinisal S, 41, warga Desa Pasung, Kecamatan Wedi. Sedangkan suaminya berinisial A, 30, merupakan warga Desa Brangkal, Kecamatan Wedi yang tinggal bersama anaknya yang masih berusia tiga tahun.

Meskipun mereka suami-istri, tetapi tinggal berpisah rumah. Hanya saja jarak rumah keduanya sekira 500 meter saja.

Kapolsek Wedi AKP Eko Pujianto menjelaskan, informasi dari keluarga dan tetangga, seminggu lalu, S, baru saja pulang dari Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD).

Mengingat memang memiliki riwayat sakit jiwa sehingga sudah sering keluar-masuk RSJD.

“Awal mula kejadian, suaminya sedang mengantarkan buleknya untuk periksa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bagas Waras Klaten. Jadi si korban di rumah bersama simbah buyutnya," ujar Eko saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (25/5/2025).

"Selama ini ibu dan anaknya dipisahkan, karena dikhawatirkan ibunya yang gangguan jiwa terjadi sesuatu pada anaknya,” imbuhnya.

Eko menjelaskan, pelaku kemudian mendatangi kediaman suaminya dan membawa balita untuk dibawa ke belakang rumah. Kemudian mencuburkan diri bersama-sama anaknya ke dalam sumur.

“Simbah buyutnya lalu teriak-teriak meminta tolong tetangganya. Hingga tetangganya pada datang untuk menolong. Ada dua warga yang berusaha mengamankan anaknya terlebih dahulu karena posisinya berada di dalam sumur sambil dibenam-benamkan oleh ibunya sehingga warga berusaha merebut di dalam sumur dan bisa tertolong,” ujar Eko.

Saat diselamatkan oleh warga, posisi anak dalam kondisi tidak sadarkan diri. Kemudian langsung dibawa ke RSUD Bagas Waras Klaten. Sedangkan pelaku juga dievakuasi oleh Bhabhinkamtibmas untuk dibawa ke RSJD.

“Untuk anak mengalami luka di bagian kepala. Dimungkinkan oleh ibunya dibenturkan di bagian dinding sumur itu. Apalagi dimasukan ke dalam sumur, otomatis juga minum airnya sehingga tidak bisa bernafas. Sempat dibawa ke rumah sakit, tapi sampai di sana dinyatakan telah meninggal dunia,” ujar Eko.

Eko menjelaskan, sumur yang menjadi lokasi korban diceburkan bersama ibunya itu memiliki diameter 1 meter. Sedangkan pagar sumur sendiri memiliki ketinggian sekira 70 cm.

Untuk kedalaman sumur dari bibir hingga permukaan air sekira 140 cm. Untuk kedalaman dari permukaan air sampai ke dasar sumur sekira 240 cm. Artinya, total ke dalaman sumur sekira 3,8 meter.

“Kami sudah melakukan olah TKP dengan mengukur kedalaman dan diameter sumur serta sebagainya untuk memastikan saja. Kemudian mengarahkan keluarga korban dan para saksi untuk membuat laporan di Mapolres Klaten. Jadi penanganan sekarang di Unit PPA Polres Klaten, kami hanya melakukan olah TKP dan mengumpulkan saksi-saksi,” ujar Eko.(ren/adi)

Editor : Adi Pras
#tenggelam #klaten #odgj #balita