RADARSOLO.COM-Ratnasari Pertiwingingsih, 42, yang merupakan seorang pegawai Pemkab Klaten telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Ratna terdaftar dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) kelas 2. Dirinya merasakan betul manfaat dari kehadiran program JKN tersebut.
Salah satu pengalamannya saat Ratna terserang penyakit tipes pada tahun lalu. Hal itu membuat Ratna harus menjalani perawatan intensif selama lima hari di rumah sakit agar dapat terpantau dengan baik secara medis.
“Awalnya saya merasa badan terasa lemas, demam tinggi dan sakit perut. Tetapi saya kira hanya kelelahan akibat aktivitas sehari-hari. Tapi semakin lama gejala ini semakin parah, saya merasa sangat lemah dan perut semakin sakit,” ungkap Ratna, Rabu (4/6/2025).
Seperti diketahui, tipes atau demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
Dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Bakteri tersebut dapat menginfeksi seseorang melalui kotoran maupun urin yang terkontaminasi.
Tipes sangat berisiko menular melalui pola hidup yang tidak sehat serta tidak menjaga kebersihan.
Terutama bagi pekerja seperti Ratna yang memiliki aktivitas pekerjaan yang tak menentu dan begitu padat. Penyakit tersebut lebih mudah menyerang karena sistem imun tubuh yang menurun.
“Dari dokter sendiri menjelaskan bahwa tipes bisa menimbulkan gejala yang mirip dengan demam biasa. Gejala seperti deman tinggi dan disertai sakit kepala. Begitu juga tubuh terasal pegal dan kadang disertai nyeri perut,” ujar Ratna.
Saat terserang penyakit itu, Ratna tidak langsung mengetahui bahwa dirinya terkena tipes.
Mengingat gejalanya mirip dengan penyakit lainnya.
Tetapi jika tidak segera diobati, maka tipes dapat berakibat fatal karena bisa menyebabkan komplikasi serius.
Seperti pendarahan internal, perforasi usus, radang usus dan peradaran pada hati, jantung maupun otak.
Ratna merasa beruntung karena sudah terdaftar sebagai peserta JKN. Dirinya mendapatkan pengobatan yang memadai tanpa harus memikirkan biayanya.
Apalagi saat itu, dirinya diharuskan segera mendapatkan tindakan medis. Jika tidak segera ditangani penyakit tersebut bisa berkembang menjadi lebih serius.
“Saya sangat bersyukur dapat menggunakan JKN. Semua biaya rumah sakit saat menjalani rawat inap dan pengobatan ditanggung sepenuhnya. Jadi saya bisa fokus pada pemulihan tanpa khawatir masalah keuangan terkait layanan kesehatan,” jelas Ratna.
Dari pengalamannya itu, Ratna menilai menjadi peserta JKN cukup penting untuk saat ini.
Apalagi jika sewaktu-waktu sakit, sudah terkaver oleh program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan tersebut.
Ratna mengungkapkan, bahwa kehadiran program JKN memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat terjangkau dan berkualitas.
Terutama bagi mereka yang telah terdaftar sebagai peserta tersebut.
“Jangan ragu untuk menggunakan JKN. Ini program yang sangat membantu bagi kita semua. Tentunya jangan sampai menunggu sampai sakit parah, karena biaya pengobatan yang terjangkau bisa menyelamatan nyawa kita,” ujar Ratna.
Dirinya pun berharap program JKN dapat terus berlanjut. Mengingat telah memberikan berbagai kemudahan dalam mengakses pelayanan kesehatan.
Terutama saat menjalani pemeriksaaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat lanjutan (FKRTL).
Di sisi lain, BPJS Kesehatan sebagai pengelola program JKN telah melahirkan berbagai inovasi untuk menunjang peserta dalam mengakses pelayanan kesehatan.
Salah satunya menghadirikan Aplikasi Mobile JKN. Hal itu menjadikan peserta dapat mengurus berbagai keperluan terkait JKN lewat genggaman handphone.
Salah satu fitur yang bisa dinikmati peserta JKN melalu aplikasi tersebut yakni antrean online.
Hal itu membuat masyarakat bisa mendaftarkan diri untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ke FKTP maupun FKRTL dari rumah. Tanpa harus mendatangi fasilitas kesehatan yang hendak dituju.(ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono