RADARSOLO.COM - Sebuah video viral di media sosial instagram yang memperlihatkan sapi kurban berdiri lagi usai disembelih. Salah satunya yang diunggah oleh akun instagram @klaten.bersinarr yang mengunggah ulang dari @merapi_uncover.
Video yang diunggah dua hari lalu itu dilengkapi dengan keterangan “Sapi sudah di sembeli bisa bangkit berdiri, kemarin siang lur di bentangan, wonosari, klaten (6/6/2025)”. Video yang beredar di media sosial itu memiliki durasi sekitar 15 detik.
Terlihat seekor sapi berwarna coklat itu yang semula terlentang di tanah, tiba-tiba berdiri lagi setelah disembelih. Saat itu sapi tidak melakukan perlawanan dan sangat terlihat tenang.
Radarsolo.com sempat menelusur kejadian itu tersebut langsung menuju ke lokasi. Ternyata peristiwa itu terjadi di Dusun Kajen, Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten. Informasi yang dihimpun, sapi itu merupakan satu dari dua ekor sapi yang disembeli di kampung setempat.
Sapi yang disembelih lalu berdiri menjadi urutan pertama untuk ditangani oleh panitia kurban pada Jumat (6/6/2025) sekira Pukul 10.00. Setelah itu pindah ke sapi yang kedua untuk melakukan penyembelihan juga.
“Saat sapi pertama disembelih, untuk darahnya sudah keluar banyak. Apalagi juga sudah diam lama. Posisi tali yang digunakan untuk mengikat juga sudah dilepas. Jadi pindah ke sapi yang kedua,” ujar salah satu warga setempat, Agus, Senin (9/6/2025).
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan, saat melakukan penyembelihan sapi kedua, tiba-tiba mendapatkan informasi jika sapi pertama berdiri lagi. Tetapi hanya diam berdiri di lokasi dan tidak memberontak.
Lantaran tak tega melihat sapi itu berdiri dengan kondisi tersebut sehingga kembali dirobohkan. Kemudian dilakukan penyembelihan terhadap sapi pertama tersebut hingga dipastikan sudah mati.
“Untuk proses penyembelihan dilakukan oleh warga sini yang didampingi oleh jagal. Ini baru pertama kali terjadi. Sebelumnya juga pernah melakukan penyembelihan dan lancar,” tambah Agus.
Ia mengungkapkan, pasca kejadian penyembelihan sapi pertama tersebut untuk proses pemotongan dan pendistribusian daging kurban berjalan lancar. Terlebih lagi dalam proses penyembelihan hewan kurban juga dilakukan oleh warga setempat dengan didampingi jagal.
“Niatnya kami juga ingin belajar, supaya kalau jagal yang menjadi langganan kami melakukan penyembelihan diluar, maka kami bisa mandiri. Tetapi tidak tahunya malah ada kejadian ini,” ujar Agus.
Sementara itu, Sekretaris DPD Juru Sembelih Halal (Juleha) Klaten Irhason telah mendapatkan informasi terkait peristiwa tersebut. Belajar dari peristiwa tersebut diharapkan para jagal maupun warga bisa memastikan mati sempurna saat dilakukan penyembelihan.
”Untuk memastikan mati sempurna pada hewan kurban yang disembelih terdapat tiga hal yang diperhatikan. Pertama itu mengecek bagian matanya dengan dipegang, apabila kedip berarti masih hidup,” ujar Irhason. (ren/adi)
Editor : Adi Pras