RADARSOLO.COM - Momen Idul Adha menjadi berkah tersendiri bagi pemilik usaha jasa penggilingan daging di Pasar Gedhe Klaten.
Mengingat pasca penyembelihan hewan kurban, panen pesanan untuk permintaan jasa giling daging.
Seperti yang dirasakan oleh salah satu pemilik usaha jasa penggilingan daging di pasar tradisional tersebut, Situ Noor Rahma, 50.
Dia mengaku, ada peningkatan permintaan untuk jasa giling daging kurban dalam beberapa hari terakhir.
Bahkan saking ramainya pesanan, usaha penggilingan dagingnya menerima dan mengerjakan pesanan pelanggan hingga malam hari.
Terlebih lagi dalam satu hari bisa menggiling daging hingga dua kuintal.
“Kalau hari biasa kami menggiling sekira satu kuintal. Tapi saat Idul Adha seperti ini naik dua kali lipa. Bisa menggiling dua kuintal daging per hari,” ujar perempuan yang dipanggil Noor ini, Selasa (10/6/2025).
Lebih lanjut, Noor mengungkapkan, untuk melayani pesanan penggilingan daging itu, dirinya menambah waktu jam buka.
Dari biasanya tutup pada Pukul 14.30, tetapi kini masih melayani hingga Pukul 19.00.
Peningkatan warga yang menggunakan jasa giling daging itu sudah terlihat sejak Jumat (6/6/2025).
Dia pun memprediksi permintaan penggilingan daging itu akan berlangsung hingga satu bulan lamanya.
“Saat ini semuanya yang melakukan penggilingan dari daging kurban. Rata-rata mereka hendak membuat bakso, pentol dan tahu bakso. Untuk jasa penggilingan daging ini kami mematok tarif Rp 25 ribu per Kg, sudah termasuk tambahan tepung dan bumbu,” ujar Noor.
Noor menyebut, jika seluruh daging kurban bisa diolah menjadi bakso.
Menurutnya, yang terpenting untuk tulang dan otot harus dipisah sebelum digiling.
Hal itu diperlukan agar hasil penggilingan daging lebih halus.
Sementara itu, salah satu warga yang menggunakan jasa penggilingan daging, Marti, 62, mengaku menggilingkan 1,5 Kg daging sapi kurban untuk dibuat tahu bakso.
Selain digiling, warga Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Klaten ini juga memanfaatkan daging kurban yang didapatkan untuk dimasak menjadi rendang.
“Pilihannya tahu bakso karena anak-anak dan cucu saya lebih suka kalau diolah seperti itu. Biasanya saya menggilingnya di Prambanan, kalau tidak ya di Pasar Gedhe Klaten ini,” ujar Marti.(ren/adi)
Editor : Adi Pras