Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Berkat Pelatihan dari Program DBHCHT, Buruh Tani Tembakau di Klaten Berkesempatan Kembangkan Usaha Makanan Olahan

Angga Purenda • Rabu, 11 Juni 2025 | 00:03 WIB
Sejumlah peserta pelatihan makanan olahan di LPK Barokah, Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko, Klaten. 
Sejumlah peserta pelatihan makanan olahan di LPK Barokah, Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko, Klaten. 

RADARSOLO.COM-Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Klaten telah menggelar pelatihan makanan olahan dan menjahit yang dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Masing-masing pelatihan terdiri dari 40 peserta yang merupakan buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Untuk pelatihan makanan olahan berlangsung di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Barokah, Desa Kadilajo, Karangnongko.

Sedangkan untuk pelatihan menjahit di LPK Centra Inti Cemerlang, Desa Ngrundul, Kebonarum.

Khusus untuk pelatihan makanan olahan berlangsung 10 hari hingga Selasa (10/6/2025).

Salah satu peserta yang mengikuti pelatihan makanan adalah Tri Sudarwati, 36, asal Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Klaten.

Dirinya mengikuti pelatihan itu setelah mengetahui dari media sosial instagram. Hingga akhirnya melakukan pendaftaran.

“Kalau sebelumnya tidak pernah mengikuti pelatihan seperti ini, jadi baru pertama kali ini. Hanya saja di rumah saya otodidak (membuat jajanan pasar), dengan mengikuti pelatihan ini biar ilmunya bisa bertambah,” ujar Tri, Selasa (10/6/2025).

Tri memilih mengikuti pelatihan makanan olahan itu karena sesuai keterampilan yang dimilikinya yakni memasak.

Memang selain menjadi buruh tani tembakau, Tri sehari-hari juga menerima pesanan makanan ringan.

Dirinya pun berharap, dengan mengikuti pelatihan itu menjadi keterampilannya dalam makanan olahan bisa meningkat.

Hingga akhirnya berdampak pada usaha makanan ringan yang digelutinya tersebut.

Baca Juga: Klaten Menerima Alokasi DBHCHT Rp 27 Miliar, Digunakan untuk Pelatihan Budidaya Tembakau hingga Pengadaan Mobil Puskesmas Keliling

“Jadi kalau sedang tidak mengurusi tembakau, bisa mengelola pesanan snack seperti kue basah dan jajanan pasar. Saya juga menerima paketan nasi kotak. Selama ini hanya dibantu oleh keluarga di rumah, untuk tambahan,” ujar Tri.

Tri mengungkapkan, melalui pelatihan makanan olahan yang dibiaya melalui DBHCHT itu bisa menambah variasi makanan ringan yang bisa dihasilkannya.

Termasuk meningkatkan kualitas produknya.

 

Baca Juga: Disperinaker Klaten Salurkan BLT untuk Pekerja Rentan Sosial

“Jadi sedang tidak musim tembakau, sehari-harinya ya menggeluti pesanan snack itu. Makanya itu saya mengikuti pelatihan ini menambah pengetahuan. Termasuk bisa memperluas usaha,” ujar Tri.

Ia mengaku, dalam pelatihan itu, setiap harinya diajarkan tiga produk.

Mulai dari roti krumpul, pie susu, roti manis, putu ayu hingga nagasari.

“Semoga kedepannya bisa membuka usaha sendiri. Dari pelatihan ini bisa lebih terampil dalam membuat masakan dan makanan ringan,” ujar Tri.

Sementara itu, Kepala Disperinaker Klaten Luciana Rina Damayanti dalam pelatihan makanan olahan para peserta diajarkan membuat roti hingga berbagai jenis produk.

Harapannya pelatihan tersebut bisa bermanfaat bagi para buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok yang di PHK.

“Peserta mendapatkan sertifikat pelatihan. Diharapkan masyarakat yang berada di kelompok sektor tembakau ini bisa menggunakan keterampilannya saat tidak musim tembakau. Hingga akhirnya bisa tetap memiliki usaha, mendapatkan pendapatan untuk kesejahteraan keluarganya,” papar Rina. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Usaha Makanan #DBHCHT #disperinaker klaten #pelatihan