Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tarif Parkir Ngepruk di CFD Jalan Pemuda Klaten, Ini Kata Bupati Hamenang soal Sanksi

Angga Purenda • Sabtu, 14 Juni 2025 | 02:24 WIB
Car Free Day (CFD) Klaten yang digelar di Jalan Pemuda tampak ramai pengunjung. (Angga Purenda/Radar Solo)
Car Free Day (CFD) Klaten yang digelar di Jalan Pemuda tampak ramai pengunjung. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pelaksanaan car free day (CFD) perdana di Jalan Pemuda Klaten telah dilaksanakan pada Minggu (8/6/2025).

Warga tumpah ruah memadati area CFD dari simpang lima Klaten Town Square (Klatos) hingga Tugu Adipura.

Dalam pelaksanaan CFD pertama setelah kembali di Jalan Pemuda itu telah menjadi perhatian Bupati Klaten Hamenang untuk dievaluasi.

Harapannya ada perbaikan untuk pelaksanaan CFD yang akan digelar pada Minggu (15/6/2025) besok.

”Ada beberapa evaluasi, yang pertama masih ada oknum parkir yang masih ngepruk harga Rp 5.000. Kami sudah dilapori dan berdiskusi dengan dinas perhubungan (dishub) agar bisa ditertibkan. Sebenarnya juga sudah kami apelkan (petugas parkir),” ujar Bupati Klaten Hamenang saat ditemui Radarsolo.com di Grha Bung Karno (GBK) pada Selasa (10/6/2025).

Hamenang berharap momen CFD jangan sampai dimanfaatkan oknum parkir untuk menerapkan tarif dengan harga tinggi.

Dia justru menyarankan untuk menerapkan tarif parkir sesuai aturan peraturan daerah (Perda) yang berlaku.

Berdasarkan Perda Nomor 15 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah disebutkan bahwa untuk kendaraan bermotor roda dua dikenakan tarif Rp 1.000 per sekali parkir per hari.

Sedangkan untuk kendaraan bermotor roda empat dikenakan tarif Rp 2.000 per sekali parkir per hari.

Di sisi lain, dikarenakan area CFD di Jalan Pemuda cukup luas, titik keramaian tidak merata. Dari pantauan yang dilakukan Radarsolo.com pada pelaksanaan CFD perdana lalu, titik keramaian terjadi dari alun-alun hingga di depan SD Negeri 1 Klaten.

Setelah area tersebut hingga menuju Tugu Adipura, keramaian mulai berkurang. Hal itu berimbas pada sepinya penjualan pedagang pada kawasan tersebut.

”Untuk total pedagang sendiri mencapai 1.500-an, dari sebelumnya 900-an pedagang. Nantinya perlu didiskusikan, apakah nanti tetap sampai Tugu Adipura atau ditarik dari Klatos ke arah Bareng,” ujar Hamenang.

Hamenang mengungkapkan, jumlah pedagang di CFD masih berpotensi bertambah. Meski begitu, pada prinsipnya mengakomodasi seluruh pedagang.

Terkait sampah, Hamenang mengungkapkan, sudah lumayan tertata. Para pengunjung mulai membuang sampah pada tempatnya. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#cfd #klaten #tarif parkir #Car Free Day #Grha Bung Karno #jalan Pemuda