RADARSOLO.COM – Sebanyak enam sekolah swasta jenjang SMA/SMK di Kabupaten Klaten telah menjalin kemitraan dengan Pemprov Jawa Tengah untuk membuka kuota jalur afirmasi bagi calon siswa dari keluarga tidak mampu.
Program tersebut baru pertama kali digulirkan pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ini.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Cabdin Pendidikan wilayah V Provinsi Jawa Tengah Sihono menjelaskan, masing-masing sekolah membuka kuota satu rombel atau 36 siswa untuk program kemitraan.
”Semuanya by system, jadi calon siswa yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun dinsos Provinsi Jawa Tengah akan diterima. Apalagi kami ada sekolah mitra,” ujar Sihono, Rabu (18/6/2025).
Sihono menjelaskan, siswa yang mendaftar melalui program kemitraan di enam sekolah tersebut tidak boleh dipungut biaya. Untuk operasional siswa dalam satu rombel tersebut akan memanfaatkan bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) dan BOS afirmasi.
”Jadi full gratis, dikarenakan ada Bosda dan BOS afirmasi. Syaratnya hanya terdaftar di DTKS untuk mengakomodasi bagi calon siswa yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan berikutnya,” ujar Sihono.
Adapun enam sekolah tersebut adalah SMA Muhammadiyah 2 Delanggu, SMK Muhammadiyah Delanggu, SMK Kristen 1 Klaten, SMK Tunggal Cipta Manisrenggo, SMK Batur Jaya 1 Ceper dan SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Tunggal Cipta Manisrenggo Karyadi menjelaskan sampai hari ketiga pendaftaran pada Rabu (18/6/2025) sudah terdapat 22 calon siswa dari total kuota 36 siswa dalam program kemitraan tersebut.
”Kalau kami tinggal menampung saja, karena sistem pendaftaran sudah melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Tengah. Jadi kami tinggal menerima data-data siapa saja yang diterima dalam sekolah kemitraan,” ujar Karyadi.
Lebih lanjut, Karyadi menjelaskan, berdasarkan data sementara yang mendaftar melalui jalur afirmasi pada sekolah kemitraan itu berasal dari wilayah Kecamatan Manisrenggo dan sekitarnya.
Karyadi juga memastikan pembiayaan pendidikan terhadap siswa yang diterima dalam rombel program kemitraan tersebut gratis. Tidak ada pungutan terhadap siswa sama sekali.
”Dikarenakan kemitraannya nanti kan ditanggung oleh BOS Provinsi Jawa Tengah. Jadi gratis sepenuhnya,” ujar Karyadi. (ren/adi)
Editor : Adi Pras