RADARSOLO.COM - Jalur afirmasi yang dibuka di delapan SMA dan SMK swasta dalam program kemitraan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah untuk siswa dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Klaten dan Boyolali belum terpenuhi kuotanya.
Sebagai informasi, Pemprov Jateng menggandeng delapan sekolah swasta di Kabupaten Klaten dan Boyolali sebagai mitra Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui jalur afirmasi.
Enam sekolah di Klaten, meliputi SMK Tunggal Cipta Manisrenggo, SMK Kristen 1 Klaten, SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara, SMK Muhammadiyah Delanggu, SMK Batur Jaya 1 Ceper dan SMA Muhammadiyah 2 Delangggu.
Sedangkan dua di Kabupaten Boyolali yakni SMK Muhammadiyah 2 Andong dan SMK Bhineka Karya 6. Masing-masing menyediakan satu rombel atau 36 siswa.
Hanya saja hingga penutupan pendaftaran pada Rabu (18/6/2025), berdasarkan data yang dihimpun Radarsolo.com melalui https://spmb.jatengprov.go.id belum terpenuhi.
Dari total kuota 288 siswa di delapan sekolah tersebut hanya terdapat 124 calon siswa yang mendaftar. Artinya baru terisi 43 persen dari total kuota yang ada.
”Untuk program kemitraan itu sudah bersamaan tutup (pendaftaran dengan kemarin). Tapi kita akan menerbitkan semacam petunjuk terknis lebih lanjut terkait pengisian yang kosong atau belum terpenuhi ini,” ujar Kepala Cabang Dinas Wilayah V Jawa Tengah (Jateng) Agung Wijayanto saat ditemui di SMA Negeri 2 Klaten, pada Kamis (19/6/2025).
Lebih lanjut, Agung membenarkan bahwa kuota untuk jalur afirmasi hanya terisi 43 persen. Padahal calon siswa yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sangat tinggi.
Tetapi yang mendaftar melalui jalur pendaftaran bagi mereka dari keluarga tidak mampu justru tidak bisa memenuhi kuota.
”Ini perlu analisis juga, kenapa afirmasi itu tidak ada yang penuh (kuota). Tapi dugaan kami, mungkin mereka mendaftar melalui jalur domisili dan prestasi. Makanya ini menjadi pemakluman, kenapa sekolah kemitraan di Klaten dan Boyolali hanya mencapai 43 persen,” ujar Agung.
Agung mengungkapkan, jumlah calon siswa yang masuk kriteria p1 hingga p3 dalam DTKS lebih banyak dari pada daya tampung jalur afirmasi yang disediakan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Tunggal Cipta Manisrenggo Karyadi mengungkapkan untuk jalur afirmasi program kemitraan, dari kuota 36 siswa baru terisi 22 calon siswa. Artinya sudah 60 persen dari total kuota yang ada.
”Untuk kemungkinan tambahan (calon siswa baru mendaftar melalui jalur afirmasi), terkait teknisnya kami ikut dari dinas. Nantinya ada evaluasi terkait kuota yang belum terpenuhi ini,” ujar Karyadi.
Lebih lanjut, Karyadi menjelaskan, terkait penyebab jalur afirmasi sepi pendaftar karena hanya dikhususkan bagi mereka dari keluarga tidak mampu. Hal itu dibuktikan dengan terdaftar di DTKS dari kategori p1 hingga p3.
”Sekolah tidak mengetahui calon siswa yang mendaftar ini masuk kategori yang mana. Kami hanya mengetahui ketika calon siswa datang ke sekolah. Kemarin ada juga kendala, calon siswa baru masuk data DTKS tapi kategori p4 sehingga juga tidak bisa mendaftar,” ujarnya.(ren/adi)
Editor : Adi Pras