RADARSOLO.COM – Kuota sistem penerimaan murid baru (SPMB) pada puluhan SMP negeri di Klaten sampai saat ini belum terpenuhi. Hingga pendaftaran secara online ditutup pada Rabu (19/6/2025) pukul 12.00.
Berdasarkan data yang dihimpun Radarsolo.com dari Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, awalnya hingga pendaftaran secara online ditutup, kuota SPMB di 33 SMP negeri belum terpenuhi dari total 65 SMP negeri.
Total kuota yang belum terpenuhi di 33 sekolah setelah SPMB online ditutup sebanyak 1.961 siswa. Sementara itu, total daya tampung dari 65 sekolah itu yakni 13.952 siswa.
Bagi sekolah yang belum memenuhi kuota itu lantas masih membuka pendaftaran secara offline atau calon siswa baru datang langsung ke sekolah.
Seiring perkembangan, kuota sisa dari empat sekolah akhirnya bisa terpenuhi berdasarkan data per Senin (23/6/2025).
Sampai saat ini masih ada sisa kuota 1.517 siswa untuk SPMB SMP negeri yang tersebar di 29 sekolah berdasarkan data tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Disdik Klaten Guritno menjelaskan, belum terpenuhinya kuota pada puluhan sekolah itu dikarenakan beberapa hal.
”Masih adanya image sekolah favorit di masyarakat. Terbukti di beberapa SMP negeri peminatnya sangat melebihi kuota,” ujar Guritno, Kamis (26/6/2025).
Lebih lanjut, Guritno menjelaskan, atas kondisi itu, Disdik Klaten sebenarnya tidak hanya tinggal diam saja.
Tetapi juga melakukan berbagai upaya untuk menarik minat calon siswa baru dan orang tuanya untuk menyekolahkan anaknya ke SMP negeri.
”Sudah banyak hal yang kita lakukan. Mulai dari peningkatan kualitas sarana-prasarana, tenaga pendidik dan pengelolaan manajemen sekolah. Begitu juga melakukan pengembangan karakter, intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Ditambah kemudahan dalam hal mengakses pendidikan,” tambah Guritno.
Guritno pun telah meminta masing-masing satuan pendidikan yang belum memenuhi kuota untuk membuka pendaftaran secara offline. Untuk mekanismenya diatur panitia SPMB di tingkat satuan pendidikan.
”Ini sudah sesuai dengan SE yang kami edarkan. Jadi bisa langsung datang ke sekolah yang belum terpenuhi kuotanya,” ujar Guritno. (ren/adi)
Editor : Adi Pras