Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Rawan Terjadi Kecelakaan, Celah Median Jalan Solo-Jogja di Klaten Akhirnya Ditutup

Angga Purenda • Selasa, 1 Juli 2025 | 01:45 WIB
Celah median jalan nasional di Jalan Solo-Jogja, Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan yang ditutup dengan barier beton, Senin (30/6/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)
Celah median jalan nasional di Jalan Solo-Jogja, Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan yang ditutup dengan barier beton, Senin (30/6/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Celah median jalan nasional di Jalan Solo-Jogja, Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan akhirnya ditutup dengan barier beton oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada Senin (30/6/2025).

Penutupan itu usulan dari masyarakat setempat karena rawan terjadi kecelakaan.

Sebelumnya, masyarakat secara inisiatif menutup celah median jalan nasional dengan menggunakan bambu pada Kamis (26/6/2025).

Bahkan sempat dilakukan doa bersama oleh warga setempat untuk memohon perlindungan agar tidak terjadi kecelakaan lagi di lokasi tersebut.

”Usulan penutupan celah median jalan dari warga sendiri. Soalnya sudah empat kali terjadi kecelakaan di celah median jalan,” Kepala Desa (Kades) Trunuh Matius Sulaiman saat ditemui Radarsolo.com di lokasi, Senin (30/6/2025).

Lebih lanjut, Sulaiman menjelaskan, kecelakaan di celah median jalan itu sering kali melibatkan pelajar.

Mengingat celah median jalan menjadi salah satu akses pelajar menuju ke SMA Negeri 2 Klaten dan Sekolah Luar Biasa (SLB) A YAAT Klaten yang juga berada di Desa Trunuh.

”Belum lama ini juga terjadi kecelakaan SMP Negeri 7 Klaten dan SMK dari Gondang pada dini hari. Ditabrak dengan begitu kencang oleh bus,” ujar Sulaiman.

Dia mengungkapkan, salah satu penyebab daerah sekitar celah median jalan itu rawan kecelakaan karena kendaraan dari arah Yogyakarta melaju dengan kecepatan tinggi.

”Tambahannya karena lampu kurang terang saja. Tapi faktor manusiawi juga jadi yang utama,” ujar Sulaiman.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten Supriyono membenarkan terkait usulan warga mengenai penutupan median jalan di Desa Trunuh. Mengingat bukan menjadi kewenangannya sehingga dirinya meneruskan ke pihak berwenang.

”Itu usulan dari warga jadi kami meneruskan saja. Tapi karena itu jalan nasional jadi menyerahkan ke Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional,” ujar Supriyono.

Penilik Jalan PPK 3.4 Jawa Tengah, Fajar Suryanto saat ditemui di lokasi mengungkapkan bahwa penutupan itu didasarkan dari usulan warga setempat dan disepakati oleh dishub dan Satlantas Polres Klaten. Usulan itu muncul, setelah terjadinya kecelakaan yang membuat dua orang meninggal dunia.

”Penutupan celah median jalan ini menggunakan barier beton. Setelah nanti tidak ada komplain akan dijadikan permanen. Harapannya bisa menurunkan angka kecelakaan,” ujar Fajar. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#solo-jogja #jalan nasional #klaten #klaten selatan #yogyakarta #dishub