RADARSOLO.COM - Pemerintah Kecamatan Pedan, Klaten menggulirkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) pada Kamis (26/6/2025).
Hal itu dilakukan untuk mendukung upaya percepatan menurunkan angka stunting.
Penguatan program tersebut dilakukan dengan menggelar mini lokakarya kecamatan di aula Kantor Kecamatan Pedan.
Dihadiri oleh seluruh Forkopimcam Pedan hingga Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos dan P3APPKB) Klaten.
Lokarkarya itu juga melibatkan Kepala KUA Kecamatan Pedan, Korwil Pendidikan Kecamatan Pedan, Kepala Desa se-Kecamatan Pedan hingga Ketia Tim Penggerak PKK Kecamatan Pedan dan jajarannya. Begitu juga para bidan desa se-Kecamatan Pedan.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Pedan Sutopo mengungkapkan program genting diluncurkan untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam pencegahan stunting.
Tentunya dengan mengedepankan konsep orang tua asuh bagi anak-anak yang mengalami risiko stunting.
”Program ini mengajak para tokoh masyarakat, lembaga serta keluarga yang mampu secara ekonomi untuk turut serta memberikan dukungan. Baik dalam bentuk materiil maupun pendampingan gizi dan kesehatan,” ujar Sutopo, Senin (30/6/2025).
Lebih lanjut, Sutopo berharap melalui lokakarya tersebut, seluruh pihak yang hadir berkomitmen untuk memperkuat koordinasi hingga menyusun strategi intervensi.
Begitu juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, layanan kesehatan ibu dan anak serta pola asuh yang tepat sejak dini.
”Pemerintah Kecamatan Pedan berharap dengan diluncurkan program genting serta dukungan seluruh pihak menjadi upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Pedan dapat berjalan lebih optimal. Memberikan hasil yang signifikan dalam waktu yang lebih cepat,” ujar Sutopo.
Sementara itu, Danramil 04/Pedan Kodim 0723/Klaten Kapten Kav Pujiono yang hadir dalam lokarkarya itu sebagai bentuk dukungan TNI. Dalam upaya lintas sektor untuk mengatasi permasalahan stunting di wilayah.
”Stunting merupakan permasalahan serius yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas generasi mendatang. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, tenaga kesehatan dan seluruh komponen masyarakat,” ujar Pujiono.
Di sisi lain, melalui lokakarya itu diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor. Guna mempercepat penurunan stunting di tingkat kecamatan.
”Dengan semangat gotong-royong dan kepedulian bersama, diharapkan angka stunting di Pedan dapat ditekan secara signifikan. Harapannya terwujud generasi yang sehat, cerdas dan berdaya saing di masa depan,” ujar Pujiono.
Sebagai informasi, angka stunting di Klaten per awal 2025 berdasarkan Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) yakni 14 persen. Sedangkan berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 20,8 persen. (ren/adi)
Editor : Adi Pras