Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Desa-Desa di Klaten Paparkan Permasalahan terkait Dampak Proyek Tol Solo-Jogja, dari Masalah Irigasi hingga Status Tanah

Angga Purenda • Minggu, 6 Juli 2025 | 03:03 WIB
Pelaksanaan audensi antara Papdesi dengan PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ) yang dipimpin Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Gedung B2 Setda Klaten, Jumat (4/7/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)
Pelaksanaan audensi antara Papdesi dengan PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ) yang dipimpin Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Gedung B2 Setda Klaten, Jumat (4/7/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten memfasilitasi audensi antara Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) dengan PT Jasamarga Jogja-Solo (JMJ) pada Jumat (4/7/2025).

Dilaksanakan di ruang rapat B2 Setda Klaten yang langsung dipimpin oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Pada kesempatan itu, sejumlah kepala desa menyampaikan berbagai permasalahan dari dampak pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja. Mulai dari terkait saluran irigasi, jalan hingga status tanah.

”Jadi hari ini kami menindaklanjuti surat dari Papdesi untuk audensi dengan pihak terkait tol. Dari Papdesi menyampaikan keluh kesah permasalahan yang ada di 14 desa. Mulai dari status tanah hingga irigasi serta PT JMJM pun menjawab,” ujar Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang ditemui usai audensi, Jumat (4/7/2025).

Dia menyebut, jika pola komunikasi dibangun seperti itu, maka untuk penyelesaian permasalahan tidak akan tuntas.

Menurutnya, Papdesi perlu berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum-Penataan Ruang (PUPR) untuk mendata permasalahan di masing-masing desa dari dampak jalan tol tersebut.

”Kemudian di sisi lain untuk PT JMJ membentuk person in charge (PIC) atau penanggungjawab per desa harus ada. Nantinya data permasalahan di desa ini dikerjakan oleh PT JMJ sehingga harapan kami nanti progresnya akan terlihat,” ujar Hamenang.

Dia mengungkapkan, berbagai permasalahan yang disampaikan dalam audensi itu seperti saluran irigasi yang mampet, akses jalan yang dijanjikan belum dibuat dan terowongan yang elevasinya terlalu cekung sehingga sering berpotensi terjadi banjir dan kecelakaan.

”Pada prinsipnya dari PT JMJ siap untuk menyelsaikan. Hanya saja jika dengan pola yang lama akan lambat. Makanya itu, kami usulkan pola baru dengan membentuk PIC dari mereka (PT JMJ) per desa sehingga jelas siapa yang bertanggungjawab,” ujar Hamenang.

Hamenang meminta, berbagai permasalahan yang terjadi dalam satu satu tahun harus bisa selesai.

Meski begitu, perlu dipetakan lagi permasalahan pada desa yang tidak dilintasi proyek tol tetapi berdampak. Seperti permasalahan pada saluran irigasi yang berpotensi menimbulkan banjir di wilayah lain.

Sementara itu, Ketua Papdesi Kabupaten Klaten Joko Lasono mengungkapkan dalam audensi tersebut terdapat beberapa permasalahan dari dampak tol di desa yang perlu diselesaikan. Terlebih lagi pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja di Klaten sudah selesai sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

”Apalagi exit tol Prambanan sudah dioperasionalkan, tetapi masih banyak sisa (permasalahan) di masyarakat. Mulai dari infrastruktur dan lain sebagainnya harus ada tindaklanjutnya,” ujar Joko.

Lebih lanjut, Joko memastikan, Papdesi Klaten akan menindaklanjuti apa menjadi hasil dari audensi tersebut.

Termasuk mengawal dalam berbagai penyelesaian permasalahan dari dampak tol di masing-masing desa.

”Seperti harapan pak bupati, bahwa tahun ini harus sudah selesai. Bagimanan pun juga kami dituntut masyarakat, biasanya yang selalu disalahkan adalah kepala desa. Tapi untuk audensi diterima dengan baik, tinggal pengawalan saja, progresnya bagaimana dan minggu depan tinggal bertemu dengan DPUPR karena memiliki data riil,” ujar Joko. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#klaten #exit tol prambanan #pemkab klaten #PAPDESI #Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo #tol solo-jogja