RADARSOLO.COM- Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten pada tahun ini mendapatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp 12,6 miliar.
Direncanakan dimanfaatkan untuk pengadaan mobil Puskemas Keliling (Pusling) hingga obat untuk 34 puskesmas di Kota Bersinar.
Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto menjelaskan terdapat beberapa kegiatan yang bersumber dari DBHCHT tersebut.
Seperti pembelian tiga unit mobil pusling dengan anggaran senilai Rp 932,1 juta.
“Begitu juga belanja alat-alat kesehatan untuk pendukung puskesmas terdapat 172 jenis senilai Rp 6,7 miliar. Kemudian belanja obat untuk 34 puskesmas yang terus kami dukung dari DBHCHT senilai Rp 3,6 miliar,” ujar Anggit saat ditemui radarsolo.com di ruang kerjanya, Kamis (10/7/2025).
Lebih lanjut, Anggit menjelaskan, DBHCHT yang diterima juga dimanfaatkan dinkes untuk pengadaan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) untuk 34 puskemas senilai Rp 548,3 juta.
Kemudian untuk mendukung kegiatan skrining kanker serviks dengan HPV dan pemeriksaan di Labkesda untuk 4.100 sampel senilai Rp 324,1 juta.
Selain itu, dinkes juga memanfaatkan DBHCHT untuk pemeriksaan sampel darah melalui Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) di Laboratorium Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta sebanyak 6.574 sampel senilai Rp 391,1 juta.
Mengingat baru bisa dilaksanakan di rumah sakit tersebut.
“Untuk tahun ini kami tidak mengadakan pembangunan puskesmas yang bersumber DBHCHT. Mengingat untuk 34 puskesmas di Klaten sudah berprototipe sesuai dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Seperti bentuk bangunannya sudah berlantai 2 dan lainnya,” tambah Anggit.
Sementara itu, Anggit menjelaskan, terkait pengadaan obat yang bersumber dari DBHCHT menjadikan 20 jenis obat esensial puskesmas dapat terpenuhi.
Mulai dari amoxicillin, paracetamol hingga asam mefenamat.
“Bahkan ada obat-obat yang diusulkan dari masing-masing puskesmas yang itemnya begitu banyak sekali. Jadi kebutuhan obat yang cepat dan lambat, untuk yang cepat membutuhkan kebutuhan yang banyak. Kami juga mendukung untuk membelanjakan obat itu,” ujar Anggit.
Radarsolo.com sempat melihat langsung pengadaan obat yang anggarannya bersumber dari DBHCHT telah disimpan pada gudang di UPTD Instalansi Farmasi Kabupaten Klaten.
Termasuk sudah mulai dilakukan pendistribusian obat pada sejumlah puskemas.
Anggit berterima kasih dengan dukungan dari DBHCHT yang penggunaannya untuk mendukung kebutuhan dan layanan yang ada di 34 puskesmas.
Harapannya ketitika sarana-prasarana seperti kebutuhan obat hingga alat kesehatan sehingga bisa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Jadi tujuan dari marwah bidang kesehatan yakni meningkatkan jangkauan layanan kepada masyarakat bisa tercapai,” ujar Anggit. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono