RADARSOLO.COM-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten terus meningkatkan pelayanan kesehatan di 34 Puskesmas.
Salah satunya dengan menggelar uji fungsi dan pelatihan alat kesehatan kepada petugas puskesmas.
Seperti yang dilaksanakan pada Senin (14/7/2025) di aula Kantor Dinkes Klaten digelar uji fungsi dan pelatihan untuk alat kesehatan baby suction pump atau penghisap lendir bayi.
Diikuti petugas dari delapan puskesmas di Klaten.
Pelaksanaan uji fungsi dan pelatihan itu sudah yang ketiga kalinya.
Dari rencana dilaksanakan empat kali dengan total 12 jenis pengadaan alat kesehatan dan sarana-prasarana yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
"Sudah tiga kali dilaksanakan uji fungsi untuk beberapa alat kesehatan. Kita juga ada pendampingan dari Kejaksaan Negeri (Kejari)," ujar Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan Dinkes Klaten Nur Bandiyah ditemui di sela-sela kegiatan di Kantor Dinkes Klaten, Senin (14/7/2025).
Lebih lanjut, Nur menjelaskan, dari 12 jenis pengadaan itu, tinggal autoclave yang belum tiba.
Sebuah alat sterilisasi yang menggunakan uap air bertekanan tinggi untuk membunuh mikroorganisme, virus, bakteri, spora dan fungi pada peralatan laboratorium atau medis.
Nur menjelaskan, jika alat sterilisasi itu datang maka akan langsung diadakan uji fungsi dan pelatihan untuk penggunaan alat tersebut.
Rencananya petugas yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari enam puskesmas di Klaten.
"Melalui uji fungsi dan pelatihan ini menjadikan petugas puskesmas akan memegang alatnya. Ini kami lakukan sebelum alat tersebut didistribusikan ke masing-masing puskesmas," tambah Nur.
Nur mengungkapkan, melalui uji fungsi dan pelatihan itu menjadikan petugas Puskemas mampu untuk mengoperasionalkan alat kesehatan tersebut.
Harapannya bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Puskesmas.
Dirinya tidak ingin alat kesehatan yang didistribusikan ke-34 Puskesmas tersebut menjadi mangkrak karena ketidaktahuan dalam pengoperasiannya.
Maka itu, uji fungsi dan pelatihan kepada petugas Puskemas dinilai sangat penting.
"Jadi inti dari kegiatan ini seperti itu ya. Sedangkan untuk pengadaan alat kesehatan ini berdasarkan kebutuhan dari masing-masing Puskesmas. Jadi dari Puskesmas juga mengusulkan kepada dinkes. " tambah Nur.
Sementara itu, Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto menjelaskan, pada tahun ini, dinasnya mendapatkan gelontoran DBHCHT sebesar Rp12,6 miliar.
Direncanakan dimanfaatkan untuk pengadaan mobil Puskesmas Keliling (Pusling) hingga obat untuk 34 Puskesmas di Kota Bersinar.
"Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dari DBHCHT ini, karena 40 persen dimanfaatkan di bidang kesehatan. Mendukung kebutuhan dan layanan yang ada di 34 Puskesmas sehingga meningkatkan jangkauan layanan," ujar Anggit.
"Harapannya kebutuhan obat hingga alat kesehatan yang ada bisa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono