Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Polres Klaten Observasi Kejiwaan Pelaku Pembacokan di Bayat untuk Mengungkap Motifnya, Ini Kondisi Terkini Ketiga Korban

Angga Purenda • Jumat, 18 Juli 2025 | 03:45 WIB
Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Taufik Frida Mustofa paparkan perkembangan kasus pembacokan di Bayat. (Angga Purenda/Radar Solo)
Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Taufik Frida Mustofa paparkan perkembangan kasus pembacokan di Bayat. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Jajaran Polres Klaten masih mendalami kasus pembacokan di Desa Bogem, Kecamatan Bayat pada Senin (14/7/2025).

Saat ini pelaku berinisial P, 34, sudah diamankan oleh kepolisian. Polisi juga melakukan observasi kejiawaannya terhadap P di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD).

”Untuk hasil observasi kejiwaan ini membutuhkan waktu tidak hanya satu sampai dua hari saja. Tetapi kurang lebih paling minim 1 minggu. Ini masih dalam rangka observasi,” ujar Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Taufik Frida Mustofa ditemui di Kecamatan Wonosari, Kamis (17/7/2025).

Taufik menjelaskan, sampai saat ini, kepolisian belum bisa meminta keterangan dari pelaku.

Untuk mengetahui motif pelaku hingga melakukan pembacokan terhadap tiga orang yakni H, 34; G,76; dan J, 72 sehingga sempat dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Taufik belum bisa memastikan, apakah pembacokan itu dilatarbelakangi permintaan pelaku yang tidak diberi kopi oleh korban atau tidak.

Meski begitu, dari keterangan para saksi yang diperoleh, pembacokan itu karena kesalahpahaman.

”Tapi ini masih kita dalami, karena yang bersangkutan (pelaku) belum bisa diambil keterangannya. Untuk barang bukti yang telah kami amankan berupa arit yang digunakan untuk membacok,” ujar Taufik.

Taufik membenarkan, korban pembacokan tiga orang. Sempat dirawat di Puskesmas dan rumah sakit terdekat. Korban masih ada hubungan keluarga dan tetangga pelaku.

”Tidak sampai rawat inap. Tapi kondisinya masih dalam perawatan. Tapi ada juga yang sudah sembuh,” ujar Taufik.

Seperti diketahui, peristiwa pembacokan terjadi pada Senin (14/7) sekira Pukul 09.30. Pelaku memiliki kebiasaan melakukan aktivitas minum kopi bersama di depan rumah tetangganya berinisial H, 34.

Di sisi lain, pelaku juga terbiasa membawa arit karena biasanya juga membantu orang tuanya di lahan persawahan. Termasuk saat mendatangi H tetapi tidak dibuatkan kopi sehingga terjadilah percecokan.

Ibu kandung pelaku mendengar itu, berusaha menolong korban yang telah dibacok. Tetapi justru P mengejar ibu kandungnya sendiri.

Sang ibu lantas berlari menyelamatkan diri agar tidak menjadi korban pembacokan oleh anaknya sendiri.

Peristiwa itu sempat membuat pasangan suami-istri berinisial G, 76; dan J, 72 yang merupakan tetangga pelaku mencoba mendekat untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi justru juga menjadi korban pembacokan. (ren/adi)

Editor : Adi Pras
#pembacokan #kejiwaan #klaten #RSJD #bayat #polres klaten