Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Prabowo Bongkar Praktik Nakal Penggilingan Padi, Negara Rugi Rp 100 Triliun Setiap Tahun

Angga Purenda • Selasa, 22 Juli 2025 | 04:07 WIB

Presiden Prabowo Subianto luncurkan Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Senin (21/7). (M Ihsan/Radar Solo)
Presiden Prabowo Subianto luncurkan Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Senin (21/7). (M Ihsan/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kekecewaannya terhadap praktik nakal yang dilakukan oleh pengusaha penggilingan padi. Ia mengungkapkan bahwa praktik penipuan yang terjadi di sektor penggilingan padi merugikan negara hingga mencapai Rp 100 triliun per tahun.

Hal ini disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada acara Peluncuran 80.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten, pada Minggu (21/7/2025).

Baca Juga: Presiden Prabowo Luncurkan 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Serentak di Jateng: Awal Sejarah Baru!

Prabowo mengungkapkan bahwa banyak penggilingan padi yang membeli gabah dari petani dengan harga di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Selain itu, Prabowo juga mengungkapkan adanya praktik beras oplosan yang dilakukan oleh beberapa pengusaha penggilingan padi besar, yaitu menjual beras biasa dengan harga beras premium.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Yakin 4.000 Koperasi Desa Merah Putih di Jateng Bisa Beroperasi Tahun 2025

"Beras biasa dibungkus dengan stempel beras premium dan dijual di atas harga eceran tertinggi. Ini adalah penipuan," tegas Prabowo.

Prabowo mengaku telah meminta Jaksa Agung dan Kapolri untuk segera mengusut tuntas praktik pidana ini, yang tidak hanya merugikan petani dan masyarakat, tetapi juga negara.

Ia menambahkan bahwa kerugian yang dialami oleh ekonomi Indonesia mencapai Rp 100 triliun per tahun akibat praktik ini.

Baca Juga: 54 Koperasi Kelurahan Merah Putih di Solo Mulai Beroperasi, Berkesempatan Dapat Modal dari Himbara

"Ini terjadi di tengah kesulitan pemerintah dalam mencari pemasukan untuk program kesejahteraan masyarakat. Kami tidak bisa terus-terusan dirugikan oleh 4-5 kelompok usaha," ujar Prabowo dengan nada geram.

Ia juga menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah bentuk pengkhianatan terhadap bangsa dan rakyat Indonesia. Prabowo menyatakan bahwa ia tidak akan segan untuk mengambil tindakan tegas dan menyita seluruh peralatan penggilingan padi dari pelaku yang tidak mau patuh pada aturan.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Kota Solo Masih Kekurangan Guru dan Wali Asrama, Mensos Janji Segera Tambah Tenaga

"Kita akan sita penggilingan padi yang tidak patuh terhadap kepentingan negara dan menyerahkannya kepada koperasi," ujarnya.

Prabowo menegaskan bahwa pengusaha yang terlibat dalam praktik ini harus bertanggung jawab dan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 100 triliun tersebut. Jika tidak, ia akan mengambil tindakan lebih lanjut.

"Kami akan terus mengusut dan tidak akan mentolerir praktik nakal yang merugikan rakyat. Kita tidak bisa membiarkan negara terus terpuruk," tutup Prabowo. (ren/adi)

Editor : Kabun Triyatno
#oplosan #Penggilingan Padi #presiden prabowo subianto #Koperasi Desa Merah Putih