RADARSOLO.COM-Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menargetkan angka stunting untuk bisa turun satu digit.
Salah satunya dengan mendorong peningkatan konsumsi ikan dan olahan pangan lokal bagi warga Klaten.
Guna mendorong konsumsi ikan dan olahan pangan lokal, Pemkab Klaten melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten dengan menggelar lomba.
Seperti yang dilaksanakan pada Selasa (22/7/2025) di halaman kantor dinas setempat.
Hal itu juga bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-221 Klaten
Peserta lomba merupakan perwakilan dari 26 kecamatan yang mengolah ikan dengan berbagai sajian menu.
Begitu juga terciptanya menu kreasi olahan pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) dari umbi-umbian hingga kacang-kacangan.
“Intinya bukan lombanya, mencari juaranya, tapi intinya bagaimana kemudian olahan-olahan bermacam-macam dengan nutrisi dan gizi yang tepat," ujar Bupati Hamenang Wajar Ismoyo.
"Kemudian bisa tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Jadi mereka yang juara bisa getok tular di tingkat desa,” lanjut dia.
Hamenang mendorong hasil olahan ikan dan pangan lokal yang tercipta pada perlombaan itu bisa disosialisasikan ke daerahnya masing-masing.
Harapannya adanya peningkatan konsumsi sehingga nutrisi dan gizi juga dapat tercukupi.
“Ya syukur-syukur bisa turun di angka satu digit. Karena ini masih di dua digit. Jadi syukur-syukur bisa di satu digit,” ujar Hamenang terkait target penurunan angka stunting.
Sebagai informasi, angka stunting di Klaten per awal 2025 berdasarkan Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) yakni 14 persen.
Sedangkan berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 20,8 persen.
Sementara itu, Kepala DKPP Klaten Iwan Kurniawan menjelaskan, untuk skor pola pangan harapan (PPH) Kota Bersinar 91,5 persen.
Angka tersebut masih di bawah Provinsi Jawa Tengah yakni sekira 95 persen sehingga perlu digenjot.
“Maka itu gelar lomba olahan pangan lokal ini karena di dalamnya terdapat protein hingga karbohidrat. Nilai gizinya kan dihitung, kalau PPH-nya 100 berarti sudah tercukupi semua,” ujar Iwan.
Di sisi lain, Iwan mengungkapkan, konsumsi ikan warga Klaten masih rendah.
Mengingat secara geografis Klaten bukan berada di daerah yang berdekatan dengan pantai.
Meski begitu, DKPP Klaten hendak mendorong budidaya ikan air tawar dengan membentuk kampung nila.
“Tentu harapannya untuk makannya tidak harus mahal. Tapi punya nilai gizi yang cukup bisa mengurangi angka stunting. Anak ya tumbuh dengan sehat, tapi yang jelas itu beragam, bergizi dan seimbang dan aman yang ada di lingkungan kita,” ujar Iwan. (ren)
Editor : Tri wahyu Cahyono