RADARSOLO.COM - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto langsung tancap gas sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Di momentum Hari Jadi Ke-221 Kabupaten Klaten ini, keduanya begitu memperhatikan terkait infrastruktur jalan.
Pada awal kepemimpinannya, Hamenang langsung membawa semangat dan komitmen untuk mewujudkan visi-misinya yakni Klaten yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan.
Total da 10 program prioritas yang hendak direalisasikan. Tetapi infrastruktur jalan paling menjadi perhatiannya.
Hamenang pun langsung terjun ke lapangan untuk melihat lebih dekat jalan rusak yang dikeluhkan masyarakat hingga mencari solusi yang tepat.
Hamenang merespons cepat setiap aduan yang masuk. Baik disampaikan secara langsung hingga melalui media sosial pribadinya.
Bahkan langsung ditindaklanjuti dengan
pelaksanaan betonisasi dan pengaspalan.
Terutama penanganan pada ruas jalan yang memang sudah dianggarkan dalam APBD.
Sedangkan yang belum masuk dalam penganggaran, Hamenang memilih untuk penanganan darurat terlebih dahulu yakni perbaikan jalan dengan tambal sulam.
Sambil diusulkan untuk perbaikan secara permanen pada periode berikutnya.
”Pasca (pembangunan,Red) tol kan banyak ruas jalan yang rusak karena dilintasi truk uruk. Penanganan memang secar bertahap. Kita mulai dari Delanggu dan Wonosari ke sini (Kota Klaten), kenapa begitu? Karena sesuai trase tol,” ujar Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo kepada Radarsolo.com, beberapa waktu lalu.
Pemkab Klaten mengalokasikan anggaran
Rp 12 miliar untuk pemeliharaan jalan tahun ini. Selain itu, ada pula kegiatan peningkatan jalan dengan anggaran sekira Rp 60 miliar yang bersumber dari APBD 2025.
Dalam menyusun APBD Perubahan 2025, ada sejumlah ruas jalan yang awalnya tidak bisa dilakukan perbaikan pada tahun ini kini justru bisa dilaksanakan.
”Alhamdulillah di 2025 perubahan ini masih ada ruang fiskal sehingga bisa kita garap (perbaikan jalan,Red). Seperti ruas di Jalan Manisrenggo. Termasuk beberap kegiatan yang awalnya tidak bisa dikerjakan di 2025, jadi bisa,” ujar Hamenang.
Saat ditanya alasan infrastruktur jalan jadi
prioritas hingga merespons cepat aduan yang masuk, Hamenang mengungkapkan,
infrastruktur dasar akan berpengaruh ke multi efek.
Maka itu, infrastuktur menjadi pemasalahan dasar yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum lainnya.
Dia menyadari penanganan jalan rusak belum bisa maksimal dalam waktu satu hingga dua tahun.
Meski begitu, Hamenang menjanjikan akan diselesaikan pada Tiongko kepemimpinannya.
”Makanya kalau bicara setahun dua tahun
pertama mungkin belum bisa maksimal yang dibayangkan. Tapi minimal kita sudah menyelesaikan nanti kabupaten sebagian,
kecamatan sebagian dan desa sebagian,” ujar Hamenang.
Hamenang berharap melalui perhatian besar terhadap infrastruktur jalan bisa mendukung bidang lainnya.
Mulai dari sektor investasi hingga pariwisata di Klaten. (ren/adi)
Editor : Adi Pras