RADARSOLO.COM — Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo terus menunjukan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemkab Klaten.
Hal itu untuk menghadirkan pelayanan publik yang ramah, profesional dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Salah satu upaya yang ditempuh Hamenang yakni dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada sejumlah pelayanan publik.
Seperti ke sejumlah Puskesmas dan Kantor Kecamatan yang dilakukan beberapa waktu terakhir.
Sidak itu dilakukan Hamenang karena banyaknya laporan yang masuk melalui komentar di media sosial pribadinya.
Terlebih lagi dilakukannya tanpa pemberitahuan sebelumnya ke instansi terkait.
Seperti saat sidak di Puskesmas Klaten Tengah, Kantor Kecamatan Klaten Tengah dan Kecamatan Prambanan beberapa waktu lalu.
”Memang kebetulan banyak warga di sosial media yang berkomentar meminta (melakukan sidak) ke kecamatan, ke instansi-instansi pemerintah, selain jalan,” ujar Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo kepada Radarsolo.com.
Hamenang mengungkapkan, setiap kali berkegiatan di daerah melewati pelayanan publik.
Dia memang sengaja tidak memberikan kabar sehingga langsung mampir ke instansi yang dituju.
Hal itu membuat mereka yang di wilayah menjadi kaget dengan kehadirannya.
Dia menjelaskan, sidak dilakukan tanpa pemberitahuan agar petugas dapat dievaluasi dalam kondisi sesungguhnya.
”Ya harus dibiasakan (sidak) agar (disikapi) kemudian pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik,” ucap Hamenang.
Dalam sidak tersebut, Hamenang menjumpai fakta yang menurutnya sederhana tetapi dinilai penting.
”Ya unik-unik, kayak misalnya di Puskesmas kan belum jamnya (pelayanan tutup) tapi sudah ditutup gerbangnya. Kayaknya sepele, tap ikan membuat masyarakat mau masuk jadi enggak bisa,” ujar Hamenang.
Dalam sidak itu, Hamenang juga memberikan saran dan solusi penyelesaian setiap permasalahan yang dijumpai di lapangan.
Seperti mengusulkan penyesuaian jam operasional Puskesmas.
”Ya mungkin ke depan juga aka nada evaluasi jam kerja. Apakah perlu diperpanjang atau seperti apa, agar pelayanannya lebih maksimal,” tambah Hamenang.
Sementara itu, untuk hasil sidak di kantor kecamatan dinilai cukup memuaskan.
”Kalau di kecamatan, Alhamdulillah pungli sudah tidak ada. Kami menemukan secara langsung bagaimana pembuatan KTP KK cepat dan grastis,” ujar Hamenang.
Dia pun berharap ke depannya seluruh instansi di lingkungan Pemkab Klaten dapat terus meningkatan kualitas pelayanannya.
”Terjadi peningkatan kualitas pelayanan dari Kawan-kawan ASN yang ada di wilayah apakah itu di Puskesmas, apakah itu kecamatan atau pun ke depan nanti kami ke OPD-OPD,” ujar Hamenang.
Dia juga berpesan kepada seluruh pelaksana pelayanan, terutama para Aparatur Sipil Negara (ASN), bahwa realitasnya telah menjadi abdi negara.
Maka itu harus mengabdi kepada masyarakat Klaten dengan memberikan pelayanan publik berkualitas.
”Ketika ditempat di wilayah-wilayah, pelayanan ya harus memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar Hamenang.
Guna menampung aspirasi dan keluhan masyarakat, Pemkab Klaten menyiapkan platform pengaduan digital.
Mengingat untuk sementara waktu pengaduan diterima melalui media sosial pribadi.
Rencananya pada 28 Juli 2025, tepat di momen Hari Jadi ke-221 Klaten, Hamenang akan meluncurkan Lapor Mas Bup.
Melalui inovasi tersebut, masyarakat Klaten bisa menyampaikan keluhan dan aspirasinya untuk pembangunan Klaten. (ren/adi)
Editor : Adi Pras