Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Forum Anak Klaten Suarakan Soal Fasilitas Bus Sekolah hingga Perpustakaan Kekinian

Angga Purenda • Jumat, 1 Agustus 2025 | 00:17 WIB
Sejumlah anak saat mencoba permainan tradisional dalam acara Peringatan Hari Anak Nasional di halaman Pendapa Pemkab Klaten, Kamis (31/7/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)
Sejumlah anak saat mencoba permainan tradisional dalam acara Peringatan Hari Anak Nasional di halaman Pendapa Pemkab Klaten, Kamis (31/7/2025). (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Forum Anak Klaten terus menyuarakan hak anak kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten agar terpenuhi.

Mulai dari hak hidup, hak tumbuh kembang, hak partisipasi dan lainnya.

Termasuk harapannya dukungan terhadap sarana-prasarana yang ramah anak.

“Tentu juga fasilitas-fasilitas yang memadai seperti perlunya bus untuk mengantarkan anak ke sekolah. Lewat fasilitas itu akan minim anak ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor,” ujar Humas Forum Anak Klaten Nabila saat ditemui di sela-sela puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 di Klaten digelar di Pendapa Pemkab Klaten pada Kamis (31/7/2025).

Lebih lanjut, Nabila mengungkapkan, keberadaan bus yang menyediakan fasilitas antar jemput secara gratis ke sekolah di Klaten masih minim.

Mengingat baru tersedia di beberapa sekolah saja.

Maka itu, diharapkan pemkab maupun sekolah lainnya bisa memfasilitasi bagi para pelajar.

Menurutnya, penyediaan transportasi ke sekolah akan mengurangi angka kecelakaan yang melibatkan para pelajar.

Terlebih lagi mereka juga belum mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM).

Maka itu, dengan adanya bus sekolah bisa meminimalisir berbagai peristiwa di jalan raya.

“Selain bus sekolah, juga perlu perpustakaan yang harus di upgrade. Jadi jangan menoton gitu-gitu saja. Terutama untuk koleksi bukunya bisa ditambah. Biar menarik anak-anak untuk membaca,” ujar Nabila.

Disamping itu, perlu adanya ruang untuk belajar bagi anak-anak.

Tentunya ruangan yang dihadirkan tetapi mengikuti perkembangan zaman saat ini.

Harapannya semakin menarik anak-anak untuk beraktivitas di perpustakaan.

Hamenang yakin dengan penyediaan berbagai fasilitas terpadu bagi anak-anak bisa mengurangi aktivitas dengan bergabung geng motor hingga klitih.

Maka itu, diharapkan pemkab bisa menyediakan fasilitas anak dalam menyalurkan bakat dan minatnya.

“Mereka bisa jadi terlibat karena mungkin faktor individunya. Jadi peran dari orang tua juga diperlukan. Pendekatan dari orang tua tetap diperlukan,” ujar Nabila.

Sementara itu, dalam peringatan HAN ke-41diisi dengan kegiatan permainan tradisional yang melibatkan anak-anak dari berbagai sekolah dan komunitas.

Seperti penerbangan layang-layang, dakon, egrang bambu, ular tangga hingga lompat tali.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dissos dan P3APPKB) Klaten Puspa Enggar Hastuti menjelaskan, kehadiran permainan tradisional itu mengenalkan kepada anak-anak secara intensif.

Dikarenakan saat ini anak-anak dekat dengan gadget.

“Melalui permainan tradisional yang sederhana diharapkan anak-anak lebih asik. Bermain tanpa perlu khawatir akan bahaya radiasi. Termasuk mencegah pada hal-hal yang tidak seharusnya ditonton oleh anak-anak,” ujar Puspa.

Puspa pun terus mendorong untuk menggelorakan permainan tradisional di lingkungan masing-masing dengan melibatkan organisasi wanita.

Upaya itu juga dilakukan untuk menekan kenakalan remaja yang semakin meningkat.

“Tapi kita tidak bisa dari sisi pemerintah saja. Tapi justru dimulai dari keluarga, kepedulian dari orang tua juga diperlukan,” ujar Puspa.(ren/adi)

Editor : Adi Pras
#klaten #sim #hari anak nasional #Forum Anak #surat izin mengemudi